2016, BEI Yakin 35 Perusahaan Melantai di Pasar Modal

Dian Ihsan Siregar    •    23 Desember 2015 13:08 WIB
bei
2016, BEI Yakin 35 Perusahaan Melantai di Pasar Modal
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin bisa mendapatkan sebanyak 35 perusahaan yang akan melantai di pasar modal atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di 2016. Keyakinan itu datang karena pergerakan ekonomi Indonesia diperkirakan membaik di tahun depan, ditambah ekonomi Tiongkok diperkirakan mampu tumbuh di atas enam persen.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menjelaskan ada beberapa faktor yang menunjang kinerja pasar modal di 2016. Faktor itu datang dari ekonomi di 2016 dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Bahkan, adanya kepastian mengenai kenaikan Fed Fund Rate (FFR) memberi dampak positif terhadap para pelaku pasar. 

"Tiongkok sebetulnya (ekonominya) tumbuh enam persen. Harapannya emiten yang mempunyai hubungan komunikasi luar negeri dengan Tiongkok tidak terganggu kinerjanya," terang Samsul, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Samsul menilai, ke depannya akan banyak perusahaan yang berasal dari dalam negeri mampu meraup pertumbuhan yang positif. Hal itu bisa dipercepat apabila perusahaan tersebut mendapatkan dana tambahan dari pasar modal guna melakukan ekspansi.

"Perusahaan tumbuh dan butuh dana. Mudah-mudahan mereka memanfaatkan pasar modal untuk ekspansi," harap dia.

Lebih dari itu, Samsul berharap agar Presiden dan Wakil Presiden bisa membuka perdagangan saham di 2016 dalam rangka meraih target-target yang sudah ditentukan. "Nanti kita akan dengar, kalau jadi Pak Presiden akan buka perdagangan di 4 Januari 2016. Di samping itu beliau akan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi," terang Samsul.



(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

23 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /