Gatot Pujo & Evy Didakwa Menyuap Rio Capella Rp200 Juta

Renatha Swasty    •    23 Desember 2015 16:44 WIB
gratifikasi bansos sumut
Gatot Pujo & Evy Didakwa Menyuap Rio Capella Rp200 Juta
Patrice Rio Capella menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin 16 November 2015. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti, didakwa menyuap anggota DPR Patrice Rio Capella Rp200 juta. Tujuannya agar Rio membantu memfasilitasi islah untuk memudahkan pengurusan penghentian penyidikan perkara di Kejaksaan Agung.

Gatot dan Evy memberikan suap ke Rio melalui Fransisca Insani Rahesti. Jaksa Irene Putri mengungkapkan Bendahara Umum Daerah Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis mendapatkan panggilan permintaan keterangan dari Kejaksaan Agung terkait dugaan tindak Pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (DBD), Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penahanan Pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) di Pempov Sumut yang mengarah pada keterlibatan Gatot.

Terkait panggilan itu, Evy mendapat masukan dari Yulius Irawansyah alias Iwan yang merupakan advokat dari kantor pengacara O.C. Kaligis and Associates untuk dibantu dengan pendekatan partai. Hal ini lantaran permasalahan dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan Gatot dengan Wakilnya, Tengku Erry Nuradi, dari Partai NasDem.

Evy berkomunikasi dengan Fransisca Insani Rahesti alias Sisca, teman Rio. Pada Maret, Rio, Kaligis, dan Sisca bertemu. Kaligis meminta Rio menjembatani pertemuan Gatot dan Erry.

Awal April, Rio dan Gatot bertemu di Restoran Jepang Edogin di Hotel Mulia Jakarta. Dalam pertemuan itu Gatot menyampaikan adanya politisasi dalam pelaporan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkannya.

Rio menanggapi curhatan Gatot dengan serius. Di hadapan Gatot, Rio mengkalim sempat dicalonkan menjadi jaksa agung. Tapi, dengan berbagai pertimbangan yang dipilih bukan Rio. “Hal ini menguatkan keyakinan Gatot bahwa Rio bisa membantu permasalahan yang dihadapi di Kejaksaan Agung,” kata Irene di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Jaksa Irene melanjutkan sebelum memfasilitasi islah, Rio sempat mengeluh pada Fransisca bahwa Gatot dan istri selalu minta bertemu. Fransisca memahami keluhan itu sebagai sikap Rio meminta uang ke Gatot dan Evy. Fransisca lantas menyampaikan keluhan Rio ke Evy.

“Terdakwa II (Evy) meminta persetujuan terdakwa I (Gatot) yang menyanggupinya dengan meyampaikan agar menggunakan uang terdakwa II terlebih dahulu," ujar Jaksa Irene.


Gatot Pujo dan Evy Susanti. Antara Foto

Akhirnya, pada 19 Mei di kantor DPP NasDem dilakukan islah antara Gatot dan Tengku yang dihadiri oleh Rio, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, dan Kaligis. Dalam kesempatan itu, Surya berpesan pada Gatot dan Tengku supaya harmonis sebab roda pembangunan akan sulit dijalankan dan akan merugikan masyarakat.

Setelah dilakukan islah itu, Rio menyampaikan pesan kepada Evy melalui Fransisca terkait permintaan sesuatu yang menurut Evy dipahami sebagai permintaan uang dari Rio Rp200 juta. Evy selanjutnya bertemu Fransisca di Cafe Batavia Mall Grand Indonesia pada 20 Mei dan menyerahkan duit Rp150 juta untuk Rio dan Rp10 juta untuk Fransisca.

Saat penyerahan uang, Fransisca menyampaikan uang kurang dari kesepakatan. Sehingga dia meminta supaya uang disiapkan saat itu juga.

“Pada 20 Mei 2015 malam, Fransisca menemui Rio di Cafe Hotel Kartika Chandra dan menyerahkan uang sebesar Rp200 juta dari Evy Susanti. Kemudian dari uang tersebut terdakwa memberikan uang sebesar Rp50 juta kepada Fransisca,” beber Jaksa Yudi

Jaksa Irene melanjutkan, pada 22 Mei di Planet Hollywood Cafe Hotel Kartika Chandra diadakan pertemuan antara Rio, Evy, dan Fransisca. Dalam pertemuan itu, Rio menjanjikan bakal menghubungi Jaksa Agung.

“Pada pertemuan tersebut terdakwa menyampaikan bahwa sepulang umrah, terdakwa akan menjalin komunikasi dengan Kejaksaan Agung dan semenjak islah semua pihak jadi cooling down,” tambah Jaksa Yudi.

Gatot dan Evy diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada KPK, baik Gatot maupun Evy tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.


(TRK)

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus
Jelang Juventus vs Tottenham Hotspur

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus

19 minutes Ago

Menurut agen yang juga kakak Llorente, Jesus Llorente, sang pemain bertekad untuk mencetak gol …

BERITA LAINNYA
Video /