Kisah Jokowi dan Metromini

Desi Angriani    •    23 Desember 2015 18:15 WIB
jokowi
Kisah Jokowi dan Metromini
Presiden Joko Widodo,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Syahdan tiga puluh tahun silam, ketika baru lulus kuliah dan merantau ke Jakarta, Presiden Joko Widodo atawa Jokowi punya kisah bersama Metromini. Cerita mengenakkan? Ya terang, kalau kata orang Jawa, "Ndak kepenak."

Saban hari, saat mencari peruntungan di Ibu Kota, Jokowi harus tiga atau empat kali berganti Metromini pulang pergi dari rumah ke tempat kerja. Kadang dapat tempat duduk, tapi lebih sering bergelantungan di dalam bus.

Walhasil, dia hafal betul rupa dan kelakuan sopir bus bertubuh sedang warnah merah itu. "Saya pada 1985, baru lulus, sebentar bekerja di Jakarta. Dari rumah ke kantor itu ganti 3-4 kali (Metromini)," Jokowi memulai kisahnya bersama Metromini di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Menurut Jokowi, di masa itu, Metromini tergolong angkutan umum andalan banyak warga Jakarta. Juga dirinya. Hampir setahun Jokowi mengakrabi Metromini, sebelum akhirnya alumnus Fakultas Kehutahan UGM itu balik kandang ke Solo, Jawa Tengah.

Waktu terus berjalan. Berpuluh tahun `melupakan` Jakarta dan Metromini-nya, halahdalah takdir membawa Jokowi kembali ke jantung Indonesia. Bukan sebagai kuli, tapi calon orang nomor satu di Ibu Kota, dan menang. Dia dan Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta periode 2012-2017 pada 15 Oktober 2012.

Dari 1986, ketika Jokowi hengkang dari Jakarta, lalu kembali lagi medio 2012, jelas bukan masa yang pendek. Hampir 26 tahun. Nah, saat blusukan, sesekali dia menjumpai Metromini yang puluhan tahun silam jadi tumpangan andalannya.

"Saya syok...," ujar bapak tiga anak ini.

Betapa kalbu Jokowi tak tercekat, ternyata Metromini yang 36 tahun silam dia tumpangi dan telah renta masih beroperasi. Masih dipakai `narik` penumpang. Menurut Jokowi, sopirnya saja yang ganti.

"Saya cek speedometer tidak ada. Yang saya takut remnya, kadang ada, kadang tidak ada. Dipompa dulu dan segala macam. Itu membahayakan penumpang," ungkap mantan Wali Kota Solo, ini.

Celakanya bukan cuma satu, tapi hampir semua Metromini yang beroperasi saat ini jauh dari oke. Uzur dan rapuh. Sebab itu, Jokowi setuju sekali jika Pemprov Jakarta menggalakkan peremajaan terhadap Metromini dan Kopaja.

Pandangan Jokowi, seperti juga pandangan masyarakat umum, bus tua tidak layak dioperasikan. Harus dimuseumkan. Harus diganti bus baru.

Hanya, dia mengingatkan, peremajaan bus tak boleh serampangan. Harus dengan solusi jitu. "Saya titip ke Pak Gubernur (Jakarta), harus segera dilakukan perombakan total, tapi ajak bicara mereka (pemilik dan sopir Metromini-red.)," suami Iriana itu berkata sungguh-sungguh.


(MBM)

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain
Bursa Transfer Pemain

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain

9 hours Ago

Pelatih United Jose Mourinho tidak ingin terlalu ngotot untuk memenuhi target yakni membawa emp…

BERITA LAINNYA
Video /