Negosiasi Golkar Sulit Berjalan Sesuai Harapan

Githa Farahdina    •    24 Desember 2015 06:57 WIB
pengganti setya novanto
<i>Negosiasi Golkar Sulit Berjalan Sesuai Harapan</i>
Mantan Ketua DPR Setya Novanto/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat politik UIN Gun Gun Heryanto pesimistis konflik internal Partai Golkar dalam perebutan kursi Ketua DPR berjalan mulus. Masih banyak hal yang harus diselesaikan sebelum menunjuk satu orang sebagai pengganti Setya Novanto.

"Negosiasi dua kubu hanya satu, kolaboratif atau dominatif. Saya masih melihat yang kedua, jadi wajar kalau ada riak," kata Gun Gun dalam dialog Bincang Pagi Metro TV, Kamis (24/12/2015).

Dua kubu, baik Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono yang masing-masing mengajukan Ade Komaruddin dan Agus Gumiwang Kartasasmita harus bersepakat siapa yang akan dijadikan ikon Partai Golkar. Apabaila berkeras dengan keinginan masing-masing, kisruh dinilai tak akan selesai.

"Ekspresi kekecewaan, kemarahan, pasti bisa terjadi. Negosiasi bisa saja berjalan tidak sesuai harapan. Ini ada persoalan yang belum tuntas," ujar dia.

Kubu Aburizal menilai Ade lah yang sah diajukan sebagai Ketua DPR. Sebab, selama ini, Fraksi Partai Golkar yang berjalan di DPR merupakan kepengurusan Ade. Sementara kubu Agung yang mengklaim memegang surat keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berpikir sebaliknya. Agus dinilai tepat dan memang seharusnya menduduki kursi orang nomor satu di DPR itu.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal, Nurdin Halid menegaskan, SK Menkumham sudah tidak relevan dijadikan senjata.

"SK Menkumham tidak bisa lagi, gugur dengan sendirinya (sesuai putusan Mahkamah Agung). Itu yang tidak mau disadari kubu Agung," tegas Nurdin.

Sementara mantan Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai menyatakan, sesuai mekanisme, memang Ade lah yang berhak menjadi Ketua DPR.

"Selama ini DPR hanya mengakui kepengurusan fraksi Ade Komaruddin," tegas Yorrys.

Gonjang-ganjin perebutan kusri Ketua DPR dimulai saat Novanto mengundurkan diri, Rabu 16 Desember. Novanto mundur setelah tersandung kasus 'papa minta saham'. Mahkamah Kehormatan Dewan yang memroses kasus ini membacakan surat pengunduran diri Novanto dalam sidang terbuka.

Aburizal, setelah menggelar rapat, menunjuk Ade menggantikan Novanto. Sementara Novanto mengisi kursi Ade sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Kubu Agung berang, berbekal SK Menkumham, mereka menunjuk Agus sebagai Ketua DPR.

Aksi saling klaim masih terjadi hingga hari ini. Sementara Kemenkumham belum bisa bersikap soal ini. Menkumham Yasonna Halomongan Laoly menyebut pihaknya akan memutuskan nasib partai berlambang beringin ini setelah Pilkada Serentak selesai. Artinya, proses administratif soal pencabutan SK kubu Agung masih dalam proses.


(OJE)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

11 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /