Persis Solo vs Mitra Kukar

Kerusuhan Suporter di Solo, Satu Suporter Tewas

   •    23 Oktober 2014 10:27 WIB
Kerusuhan Suporter di Solo, Satu Suporter Tewas
dok. istimewa

Metrotvnews.com, Solo: Beruntung aparat keamanan dapat meredam kerusuhan seusai pertandingan babak 8 besar Divisi Utama antara Persis Solo vs Martapura FC, di Stadion Manahan, Solo, Rabu (22/10/2014) sehingga tidak meluas. Namun, aksi amuk suporter itu menelan korban satu tewas, dan sejumlah kendaraan dirusak, seperti truk Dalmas, sepeda motor tril KLX polisi, bus pariwisata, dan juga mobil pengunjung.

Jenazah korban langsung dilarikan ke RS Panti Waluyo untuk divisum. Korban mengenakan kaus merah bertuliskan Persis dengan celana jins biru. Saat dibawa ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong, akibat luka di dada sebelah kanan.

Dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut, dokter Sapto, mengakui adanya pasien meninggal, tetapi yang berhak mengidentifikasi korban adalah pihak Forensik RS Morwardi.

"Berdasarkan informasi, korban berusia antara 30 dan 40 tahun. Di kantong celana korban hanya ditemukan uang Rp3.000 dan kunci kontak sepeda motor," katanya.

Tadi malam pihak keluarga telah mengidentifikasi bahwa korban tewas adalah Joko Riyanto, 35, warga Ngaliyan Pelem Simo, Boyolali, saat di Rumah Sakit Panti Waluyo Solo.

Menurut Kiswanto, salah satu saudara sepupu korban, korban tewas memang saudaranya bernama Joko Riyanto sering dipanggil Joko Precel.

"Dia memang adik keponakan saya.Dia sering melihat sepak bola jika Persis Solo bertanding di Stadion Manahan," kata Kiswanto lemas.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Iriansyah mengatakan, kerusuhan suporter bermula dari rasa kecewa dan tidak puas  terhadap kepemimpinan wasit.

"Seluruh pemain kita evakuasi ke Yogyakarta. Suporter mencoba melampiaskan kekecewaan terhadap para pemain Martapura," jelas Iriansyah semalam.

Lebih lanjut, ia menceritakan pada saat Persis melawan Martapura saat skor sementara 1 1, pertandingan terpaksa dihentikan tiga menit sebelum babak II berakhir. Pasalnya, situasi di Stadion Manahan sudah tidak kondusif. Sejumlah suporter nekat ke lapangan menyerang wasit.

Ratusan polisi pun kewalahan meredam suporter rusuh yang merangsek sampai luar stadion. Selain membakar sejumlah kendaraan. suporter juga merusak sejumlah fasilitas di stadion termegah di Jawa Tengah itu.

Kapolresta menambahkan, kerusuhan itu menyebabkan beberapa anggotanya terluka akibat lemparan batu dari penonton. Iriansyah menambahkan, pihaknya akan menyelidiki penyebab meninggalnya suporter tersebut. Kendati demikian, Kapolresta menjelaskan, polisi semalam sudah menetralisasi kondisi.(Ant)
(RIZ)


Video /