Eric Abidal

Rosell Dituduh Berikan Organ Tubuh Ilegal kepada Abidal

Gregorius Gelino    •    04 Juli 2018 21:23 WIB
barcelonaliga spanyol
Rosell Dituduh Berikan Organ Tubuh Ilegal kepada Abidal
Mantan Presiden Barcelona Sandro Rosell (Foto: AFP)

Barcelona: Mantan presiden Barcelona, Sandro Rosell, dituduh telah memberikan liver ilegal kepada mantan pemain Barcelona, Eric Abidal. Menurut laporan El Confidencial, empat panggilan telepon yang disadap dapat memberatkan Rosell.

Seperti diketahui Abidal pada 2011 didiagnosa mengidap kanker hati sehingga membutuhkan transplantasi liver untuk bertahan hidup. Mantan pemain Prancis itu menjalankan operasi pertamanya di Rumah Sakit Barcelona dan mampu kembali bermain setelah sebulan.

Namun pada 2012, Abidal didiagnosa menderita sakit yang lebih parah sehingga membutuhkan transplantasi secepatnya.

Pada 10 April 2012 Abidal kembali ke Barnclinic, cabang Rumah Sakit Klinik Barcelona, setelah mendapat donor yang disebut-sebut sebagai sepupu dari Abidal bernama Gerard yang tinggal di Paris. Untuk menghormati privasi keluarganya, klinik tersebut tidak menelusuri lebih jauh.

Klik di sini: Yerry Mina Menepis Rumor Ketertarikan Liverpool

Pada 2017, panggilan telepon yang dilakukan Rosell mengungkapkan latar belakang donor yang ternyata diliputi kejahatan. Pada investigasi terhadap pencucian uang Rosell, Otoritas Keamanan Nasional Spanyol mengungkap bahwa Rosell dan seseorang dengan nama Juanjo membeli liver ilegal untuk operasi Abidal. Sementara pernyataan bahwa pendonornya adalah sepupu Abidal hanya alasan agar bisa menghindari skandal.

Baru-baru ini Rosell, yang sudah setahun berada di penjara Soto del Real, membantah segala tuduhan tentang pembelian organ tubuh ilegal tersebut melalui pengacaranya.

"Saya tidak mengetahui apapun tentang fakta tersebut, atau apakah hal tersebut benar adanya. Hal yang aneh jika seseorang bisa membeli liver ilegal dan bisa melakukan transplantasi di rumah sakit umum seperti Rumah Sakit Klinik Barcelona," ungkapnya.

Pro dan Kontra Penerapan VAR di Piala Dunia 2018



(FIR)