Indra Sjafri Latih Timnas U-19 Lagi

Tarik Ulur Indra Sjafri

Alfa Mandalika    •    26 April 2018 10:45 WIB
timnas u-19
Tarik Ulur Indra Sjafri
Indra Sjafri. (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

Jakarta: PSSI sudah membulatkan tekad untuk menunjuk kembali Indra Sjafri sebagai pelatih kepala Timnas U-19. Ini merupakan ketiga kalinya Indra menjabat pada posisi tersebut dalam enam tahun terakhir. 

Keputusan PSSI cukup mengagetkan. Sebab, kurang lebih empat bulan dibebastugaskan sebagai pelatih Garuda Nusantara, Indra ditunjuk kembali.

Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjelaskan, keputusan menunjuk Indra berdasarkan beragam masukan dari masyarakat dan diputuskan dalam rapat komite eksekutif PSSI.

"Dengan segala pertimbangan, pada 19 April kemarin Exco telah memutuskan untuk memanggil kembali Indra Sjafri," kata Joko Driyono dalam keterangan persnya, kemarin.

"Idenya (penunjukkan Indra) tak hanya dari Ketum, tapi dari semuanya. Dari publik, dari mana pun. Kami memastikan PSSI mendengar semua orang. Ujungnya exco yang memutuskan," sambung Joko. 

Kendati demikian, PSSI tidak membeberkan soal detail durasi kontrak pelatih berdarah Minang itu. Yang pasti, Indra ditugaskan membawa Indonesia berprestasi di ajang Piala Asia U-19, Oktober 2018.

"Coach Indra fokusnya, target utamanya AFC U-19. Jadi kita fokus sampai target itu selesai," tegas Joko.

Baca: Resmi, Indra Sjafri Kembali Jadi Pelatih Timnas U-19 


Generasi Emas 
Indonesia sempat mencuri perhatian di ajang Piala AFF U-19 2013. Ya, ketika itu Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan berhasil menjuarai Piala AFF U-19. Kemenangan itu seperti sebuah oase lantaran Indonesia sulit berprestasi di level senior.

Keberhasilan itu membuat nama Indra Sjafri sebagai juru taktik melesat. Dia disebut-sebut mampu mengubah gaya permainan Indonesia menjadi atraktif dan lebih enak ditonton.

Selain Indra, nama pemain yang tergabung di skuat U-19 juga meroket. Sebut saja Evan Dimas, Hargianto, Ilhamudin, Maldini Pali, Paulo Sitanggang, Hansamu Yama, dan Ravi Murdianto. Kehadiran anak-anak muda tersebut dinilai menjadi generasi emas Indonesia.

Kecemerlangan Timnas U-19 berlanjut saat kualifikasi Piala Asia. Puncaknya terjadi saat Indonesia mengalahkan Korea Selatan U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Kemenangan itu dianggap menghebohkan karena Korsel merupakan pemegang 12 gelar juara di Piala Asia U-19.

Kala itu, Indonesia menang dengan skor 3-2! Kapten tim Evan Dimas menciptakan hattrick ke gawang skuat Negeri Gingseng itu. Indra Sjafri langsung merespons dengan mengatakan Indonesia adalah raksasa Asia.

"Yang jelas saya bersyukur ke hadirat Allah SWT, tanpa tangan yang di Atas kita tidak bisa apa-apa. Siapapun bisa kita lawan. Tadi kita tidak hanya menang, kita kolongin, kita main-mainin. Mulai saat ini, raksasa Asia adalah Indonesia," tegas Indra Sjafri usai pertandingan.

Berselang setahun, Indonesia U-19 yang tampil di Myanmar tak bisa berbicara banyak. Tergabung di Grup B, Indonesia kalah bersaing dengan Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Australia. Banyaknya uji coba disebut-sebut sebagai biang keladi kegagalan Timnas U-19. 

Imbas dari kegagalan itu, PSSI mengakhiri kerja sama dengan Indra. "Setelah Timnas U-19 tidak lolos, maka pelatih dan official tim juga berhenti," kata Joko Driyono yang saat itu menjabat Sekjen PSSI. 

Baca: Indra Sjafri Sisihkan Tiga Pelatih Asing


Pemanggilan Kedua
Setelah tiga tahun tak melatih tim nasional, Indra kembali dipercayakan kembali melatih timnas U-19, Februari 2017. Namun, belum genap setahun, Indra kembali dibebastugaskan.

Indra gagal membawa Indonesia juara di Piala AFF U-18. Egy Maulana Vikri dkk hanya mampu finis di urutan ketiga. Hasil itu ditengarai membuat PSSI memindahkan tugas Indra untuk membantu pengembangan sepak bola Indonesia.

"PSSI harus mengambil dua langkah untuk mewujudkan mimpi PSSI. Langkah pertama adalah tidak menugaskan coach Indra Sjafri untuk timnas u-19," ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha, November 2017.

"Langkah kedua mengganti tugas coach indra sjafri bersama dengan tim kepelatihan di timnas Indonesia di bawah Danurwindo," lanjutnya.

"Untuk itu PSSI dengan ini menyatakan bahwa ada tugas besar dan tugas baru untuk coach Indra Sjafri. Di mana itu menjadi backbone football development di Indonesia dari mulai hari ini sampai menuju 2024 yaitu untuk mempersiapkan football development, basic knowledge, basic football skill, dan melatih anak-anak yang ada saat ini, mendatabase pemain, scouting comprehensive untuk mimpi besar kita ke depannya," tutur Tisha.

Setali tiga uang, Indra menerima tugas baru dari PSSI. Indra beralasan, keputusannya menerima posisi baru tersebut karena masih berhubungan dengan pemain muda.

"Karena saya sayang sama sepak bola Indonesia," ujar Indra.

Dirindukan suporter Indonesia
Tak bisa dipungkiri, Indra Sjafri sudah mencuri hati pencinta sepak bola Indonesia. Terbukti, ketika pertandingan uji coba Timnas U-19 melawan Jepang Maret lalu, sejumlah fan meneriakkan nama Indra Sjafri.

Teriakan fan tak lepas dari kekecewaan dengan penampilan Timnas U-19. Pada penghujung laga, terdengar sayup-sayup teriakan para suporter menyebut nama Indra Sjafri.
Menanggapi sayup-sayup teriakan tersebut, Indra Sjafri yang menonton langsung laga timnas enggan berkomentar panjang terkait teriakan suporter. Tetapi dia mengapresiasi apa yang dilakukan para suporter.

"Saya sempat hadir pada pertandingan tersebut, karena ingin melihat permainan anak-anak. Saya mengapresiasi, apa yang diteriakkan dan memanggil nama saya. Namun, kita harus memberikan ruang kepada pelatih yang baru, saya yakin anak-anak tampil lebih baik lagi," kata Indra di program NewsMaker medcom.id, Maret 2018. 



Well, kerinduan suporter sepak bola Indonesia akan Indra Sjafri akhirnya terwujud. Mulai saat ini, Indra sudah berada di pinggir lapangan bersama skuat Garuda Nusantara. Good luck coach



Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Jelang Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 Jalani Pemusatan Latihan


(ASM)


Xabi Alonso Punya Firasat Liverpool akan Juara Liga Champions
Jelang Final Liga Champions 2017--2018

Xabi Alonso Punya Firasat Liverpool akan Juara Liga Champions

12 hours Ago

Xabi Alonso optimistis Liverpool bisa mengalahkan Real Madrid pada partai final Liga Champions.…

BERITA LAINNYA
Video /