Masih Adakah Maaf untuk Sang Profesor..?

Achmad Firdaus    •    17 Februari 2017 19:10 WIB
arsene wengerarsenal 2016--2017
Masih Adakah Maaf untuk Sang Profesor..?
Arsene Wenger (Foto: AFP PHOTO / Justin TALLIS)

"Setiap kisah indah selalu ada akhirnya, selamat tinggal Arsene." Demikian tulisan yang tertera dalam spanduk yang terpampang di Borehamwood, sebuah kota komuter di kawasan London Utara yang dikenal sebagai basisnya pendukung Arsenal.

Tulisan tersebut sudah mereka buat sejak beberapa bulan lalu. Dari isinya, sudah jelas bahwa mereka mengharapkan adanya perubahan di tubuh klub kesayangan mereka, terutama di sektor pelatih.

Dan kini, desakan agar Arsene Wenger menanggalkan jabatannya kembali nyaring disuarakan fan usai Arsenal dipecundangi Bayern Muenchen (1-5) di babak 16 besar Liga Champions, Kamis 16 Februari dini hari kemarin.

Kekalahan di Allianz Arena itu sulit mereka terima, meski faktanya, secara matematis kans Arsenal untuk lolos ke babak selanjutnya belum tertutup. Mereka akan jadi tuan rumah pada leg kedua.



Mengalahkan Muenchen 4-0 di Emirates Stadium memang bukan hal yang mustahil. Akan tetapi, jika berkaca pada apa yang terjadi di pertandingan kemarin, Wenger tampaknya tidak punya jawaban atas taktik jitu Carlo Ancelotti. Arsenal terancam tersingkir di babak 16-besar untuk kali ketujuh secara beruntun!

Tak hanya di pentas Eropa, Wenger kemungkinan juga gagal mewujudkan ekspektasi fan di kompetisi domestik. Di Liga Primer Inggris, Arsenal mulai kedodoran dalam persaingan memperebutkan gelar juara lantaran tertinggal 10 poin dari Chelsea di puncak klasemen.
 

Baca: Analisis Wenger Soal Performa Buruk Arsenal


Kini, satu-satunya peluang terbesar The Gunners mengangkat trofi juara adalah di pentas Piala FA. Namun, jika pun sukses meraih trofi tersebut, rasanya itu masih belum cukup buat fan.

Mereka sudah kadung pesimistis Wenger bisa membawa Meriam London kembali berjaya seperti pada dekade pertama kepemimpinannya. Wenger diketahui sukses menghadirkan 11 trofi juara dalam 10 tahun pertamanya sejak dipercaya menjadi nakhoda Arsenal pada 1996.

Skuat "The Invincible" Arsenal yang terdiri dari Thierry Henry, Robert Pires, Dennis Bergkamp, Sol Campbell dan Patrick Vieira adalah salah satu mahakarya Wenger. Dengan skuat tersebut, Arsenal sukses merebut gelar Liga Primer Inggris musim 2003--2004 dengan rekor tidak terkalahkan dalam satu musim!



Selain pandai meramu taktik, Wenger juga dikenal sebagai pelatih yang punya insting kuat dalam melihat bakat para pemain muda. Sejumlah youngster berhasil diorbitkannya menjadi pemain bintang.

Pemain-pemain macam Cesc Fabregas, Robin Van Persie, hingga Thierry Henry direkrut dengan harga relatif murah. Namun, nilai jual mereka melonjak signifikan usai dipoles Wenger. Julukan The Profesor pun kemudian disematkan kepadanya.

Berkat keuntungan besar yang didapat dari penjualan pemain, manajemen klub pun seakan menutup mata dengan fakta bahwa Wenger hanya memberikan empat gelar juara di 10 tahun keduanya. Itu pun hanya trofi kelas dua macam Piala FA dan Community Shield.
 

Baca juga: Wenger Tetap Melatih, Namun Mungkin Tidak di Arsenal


Desakan untuk memecat Wenger sebenarnya sudah terdengar sejak beberapa musim lalu, namun Stan Kroenke selaku pemegang saham terbesar di Arsenal masih memaafkan Wenger, karena secara bisnis Arsenal masih menguntungkan.



Namun, keuntungan bukan satu-satunya hal yang utama. Sebagai sebuah klub yang memiliki basis fan cukup besar, sudah sepantasnya bos-bos di Arsenal juga memikirkan soal gengsi klub. 

Jadi, bagaimanakah masa depan Wenger? Apakah ia akan kembali dimaafkan, atau justru didepak saat kontraknya berakhir pada akhir musim nanti?

Yang jelas, Wenger sadar bahwa dia sedang berada di posisi yang tidak bagus. Dalam konferensi pers yang baru saja digelar, Wenger mengatakan bahwa ia akan tetap melatih musim depan, namun tidak merinci apakah akan tetap bersama Arsenal atau bersama klub lain.

Video: Bayern Taklukkan Arsenal 5-1
 


(ACF)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /