Kecemerlangan Timnas Swedia

Mengintip 'Senjata' Swedia yang Sukses Menyingkirkan Belanda dan Italia

Alfa Mandalika    •    14 November 2017 16:12 WIB
piala dunia 2018kualifikasi piala dunia 2018timnas swedia
Mengintip 'Senjata' Swedia yang Sukses Menyingkirkan Belanda dan Italia
Skuat Timnas Swedia yang sukses lolos ke Piala Dunia. (Foto: AFP/ Marco Bertorello)

Jakarta: Swedia menjelma menjadi tim yang menakutkan. Setidaknya, mereka memaksa Belanda dan Italia menyaksikan Piala Dunia tahun depan di rumah masing-masing.

Awalnya, Swedia diragukan lolos. Indikatornya ialah Swedia tak pernah menang atas Italia sejak pertandingan persahabatan pada 1998. Pada pertemuan terakhir di Piala Eropa tahun lalu, Italia sukses menyudahi perlawanan Italia berkat gol semata wayang Eder jelang pertandingan usai.

Namun, Swedia kali ini berbeda. Mereka menunjukkan permainan efisien dan semangat pantang menyerah. Pelatih Janne Anderson juga mampu meracik strategi terbaik dengan mengompilasikan kekuatan pemain junior dan senior.

Kecemerlangan Swedia mulai terlihat saat beraksi pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa. Bergabung dengan Prancis, Belanda, Bulgaria, Luksemburg, dan Belarusia, Swedia tancap gas sejak awal kualifikasi.

Pada laga perdana, Swedia mampu menahan imbang Belanda 1-1. Lalu, mereka mengalahkan Luksemburg dan Bulgaria. Namun, pada pertandingan keempat, mereka menelan kekalahan dari Prancis.

Swedia langsung buru-buru bangkit. Mereka sukses mengalahkan Belarusia. Lalu, Swedia membalas kekalahan dari Prancis saat bertanding di depan publik sendiri.

Lalu, Swedia harus menelan kekalahan Bulgaria. Selanjutnya, Swedia berhasil menang besar atas Belarusia dan Luksemburg. Dan pada laga pamungkas, Swedia menyerah dari Belanda 2-0. Namun, kemenangan itu tak berarti apa-apa lantaran produktivitas gol Swedia mengungguli De Oranje.

Baca: Inikah Penyebab Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2018?


Swedia akhirnya lolos ke play-off dan harus bersua dengan Italia. Dan lagi-lagi, Swedia menunjukkan kehebatannya dengan menghantam Italia di kandang sendiri berkat gol tunggal Jakob Johansson dan menahan imbang Italia di San Siro pada leg kedua dini hari tadi. Swedia akhirnya mengubur mimpi Italia ke Piala Dunia sejak 60 tahun silam.

Lantas, apa yang menjadikan Swedia tim yang menakutkan? Berikut ini poin-poin penting yang dirangkum Metrotvnews.com:

Perpaduan apik senior-junior
Melirik kekuatan Swedia saat ini, mereka tidak memiliki pemain yang benar-benar bintang. Tanpa mengecilkan pemain yang ada, tetapi faktanya tidak ada nama besar yang membela Swedia.

Salah satu pemain yang mungkin dikenal khalayak ialah Victor Lindelof. Pemain bertahan 23 tahun itu saat ini membela panji Manchester United. Lindelof pun kerap menjadi pilihan utama untuk menjaga jantung pertahanan Swedia.

Selain itu, penulis menilai, pelatih Andersson pintar menempatkan pemain yang ada. Di lini depan Emil Forsberg yang berusia lebih muda mampu mengimbangi permainan Marcus Berg yang lebih tua lima tahun.

Catatan penulis, keduanya sudah menyumbangkan delapan gol sepanjang kualifikasi berlangsung. Satu lagi pemain veteran Swedia yang tampil apik ialah gelandang Andreas Granqvist yang rajin mencetak gol. Teratat, dia sudah mengantongi tiga gol untuk Swedia sepanjang kualifikasi.

Di lini pertahanan, nama Lindelof patut diacungi jempol. Kendati jarang dimainkan di United, tetapi dia mampu tampil konsisten. Bahkan, dia juga turut memberikan satu gol kala menundukkan Bulgaria.

Konsistensi Robin Olsen
Swedia patut berbangga memiliki kiper Robin Olsen. Dia mampu tampil konsisten sejak awal kualifikasi. 

Dia juga selalu menjadi pilihan utama pelatih Andersson. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih tak disia-siakan oleh kiper FC Kopenhagen itu. 

Tercatat, gawang Olsen hanya kebobolan delapan gol sepanjang kualifikasi hingga babak playoff. Berkat performa apiknya juga, Italia tak bisa mencetak sebiji gol pun.

Terakhir kali gawang Olsen dibobol saat Swedia bersua Belanda. Kala itu, Arjen Robben menggetarkan gawang yang dikawal Olsen sebanyak dua kali.

Well, menarik disimak juga bagaimana kiprah Olsen di putaran final Piala Dunia tahun depan.

Kejeniusan Andersson
Melatih Swedia sejak 2016, Andersson langsung fokus membangun tim. Apalagi, pasca keputusan pensiunnya Zlatan Ibrahimovic, Andersson dituntut mencari formula yang pas untuk membentuk lini serang yang oke.

Andersson akhirnya bisa menempatkan pemain senior-junior dengan pas. Terlihat, absennya Ibra tak berpengaruh signifikan kepada Swedia. Buktinya, mereka bisa lolos ke dari adangan Prancis dan Belanda yang notabene punya pengalaman di pentas Piala Dunia.

Faktor pendukung lainnnya ialah kedekatan Andersson dengan para pemain. Teranyar, Andersson tak ragu menyebut semua pemainnya adalah pahlawan kemenangan.

"Yang ingin saya katakan adalah bahwa ini adalah demonstrasi tindakan kolektif kami selama keseluruhan babak play-off. Kami memiliki banyak pahlawan malam ini, saya sedikit tergerak tapi jelas sangat senang dengan hasilnya," ujar Andersson setelah menyingkirkan Italia.

Menariknya, Andersson juga menyindir Ibra. Situasi itu terjadi saat para jurnalis mengonfirmasi apakah ada kemungkinan Ibra comeback.

"Ini luar biasa! Pemain ini (Ibrahimovic) baru saja pensiun dari Swedia satu setengah tahun yang lalu dan kami masih membicarakannya," kata Andersson kepada para jurnalis yang bertugas pasca pertandingan.

"Wah, kita perlu membicarakan pemain hebat yang kami miliki di tim ini," sambungnya.

Tentu menarik disimak bagaimana kiprah Swedia pada putaran final Piala Dunia 2018. Apakah Swedia akan menjadi kuda hitam? Atau hanya penggembira saja? Kita tunggu saja.

Video: Tiga Klub Terdegradasi dari Liga 1


(ASM)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /