Opini Piala Dunia 2018

Persentase Brasil Unggul Menuju Juara

Rizki Yanuardi    •    06 Juli 2018 15:43 WIB
bolapiala dunia 2018analisis piala dunia 2018
Persentase Brasil Unggul Menuju Juara
Timnas Brasil (Istimewa)

Sering kita mendengar di ajang Piala Dunia, pesta sepak bola sejagad yang dihelat empat tahun sekali ini, mitos dan ramalan orang bahkan hewan kadang menjadi pemanis untuk menebak tim yang bakal juara. Baik tulisan, ulasan dan analisa para pengamat pertandingan tidak menafikan hal itu. Ada juga yang mengatakan, sepak bola bukan lah matematika, semua sulit diprediksi. Itu sah-sah saja. Toh, sejatinya sepak bola tetap lekat dengan angka-angka. Ada nomor punggung pemain, skor pertandingan, poin, formasi, dan statistik per laga.

Ya, Pesta Bola Rusia akhir pekan ini sudah memasuki babak 8 besar alias perempat final. Delapan tim terbaik sudah menempatkan kakinya. Tiga langkah lagi, dua tim terbaik bakal menuju final di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, pada 15 Juli 2018 mendatang. Hebatnya pada Piala Dunia kali ini, delapan tim yang masuk pot 1 unggulan yang dirilis FIFA per November 2017 silam, tersisa empat tim saja yakni Brasil, Belgia, Prancis, dan tuan rumah Rusia. 

Empat tim unggulan lainnya, Jerman, Argentina, Polandia dan Portugal harus pulang lebih cepat. Bahkan juara bertahan Jerman, tak merasakan atmosfir babak 16 besar, alias kalah di babak penyisihan grup. Kini, adrenalin para penggemar sepak bola dipastikan bakal meningkat hingga partai puncak nanti. Penulis juga tadinya menjagokan Portugal dengan Cristiano Ronaldo-nya untuk ke final. Apa lacur, lewat laga ketat, Portugal kalah dari tim yang memiliki tradisi kuat, Uruguay, di babak 16 besar. Ya, Piala Dunia tak lepas dari tradisi dan kejutan.

Tanpa manisbikan situasi tim saat ini dan catatan perjalanan tim mulai babak kualifikasi, penyisihan grup hingga lolos ke babak 8 besar Piala Dunia 2018, penulis tertarik mengukur dan menghitung peluang Brasil, Uruguay, Prancis, Inggris, Rusia, Kroasia, Swedia dan Belgia, lewat rumus sederhana. Berapa besar persentase peluang ke delapan tim lolos ke semifinal hingga final. Pembaginya setiap tim tidak sama, tapi berdasarkan pencapaian mereka ke semifinal, final atau juara di ajang tersebut dibagi dengan jumlah partisipasi mereka di Piala Dunia.

Khusus Rusia, hitungannya berbeda dengan ketujuh tim lainnya. Rusia akan dihitung persentase peluangnya sebagai tuan rumah. Sepanjang gelaran Piala Dunia dari 1930 sampai 2018, sejumlah negara tuan rumah sukses menapak ke semifinal, final dan kemudian menjadi juara. Itu menjadi dasar ukuran peluang untuk Rusia.

Pengecualian untuk tuan rumah Rusia, ternyata persentase peluang Brasil di Piala Dunia 2018 di Rusia tertinggi. Neymar dan kawan-kawan yang memulai kampanyenya di Rusia dengan laga kurang meyakinkan, ditahan imbang Swiss di laga perdana penyisihan grup. Perlahan tapi pasti, Neymar dkk mulai menunjukkan jati diri sebagai kekuatan tim langganan juara. Persentase peluang mereka berada di atas enam tim lainnya di luar tuan rumah Rusia.

Meski banyak yang menyatakan sepak bola bukan matematika, catatan tim di Piala Dunia sedikitnya bisa membantu penggila bola mengukur peluang tim kesayangan mereka. Minimal, mengurangi risiko gangguan kesehatan. Seperti yang dimuat salah satu artikel Kompas.com, 16 Juni 2018, berdasarkan salah satu jurnal yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine pada 2010, turnamen olahraga besar tak hanya sekadar permainan, melainkan bisa menimbulkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan angka kematian. Ngeri nggak tuh!

Nah, pada penyelenggaran Piala Dunia ke 21 ini, Brasil adalah tim tersukses dari seluruh negara di dunia. Brasil sudah mengecap lima kali gelar juara, dua kali runner up, dua kali peringkat ketiga dan dua kali peringkat empat (11 kali lolos ke semifinal) . Tim Samba juga selalu tampil di Piala Dunia sejak awal digelar tahun 1930 silam. Brasil hanya kalah dari Jerman (19 kali ikut Piala Dunia), yang sudah tersingkir di Rusia. Dari kesuksesan pencapaian, Jerman 13 kali ke semifinal, 8 kali lolos ke final, empat di antaranya juara.

Brasil juga punya catatan bagus dibanding delapan negara yang lolos babak 8 besar di Rusia. Torehan 11 kali merasakan babak empat besar, lima di antaranya juara. Sementara di sembilan ajang Piala Dunia lainnya, Brasil empat kali terpentok di 8 besar dan sisanya lima kali gagal di fase grup dan 16 besar. Berdasarkan data tersebut, di bagan kiri babak 8 besar, persentase Brasil ke semifinal adalah tertinggi, yakni 52 persen setelah dibulatkan. Persentase Brasil ke final juga 33 persen. Untuk juara persentase Neymar dkk juga tertinggi, yakni 23 persen.

Berikut rumus yang digunakan untuk menghitung persentase Brasil juara; Pencapaian Brasil juara Piala Dunia (5) dibagi total keikutsertaan Selecao di Piala Dunia (21) di kali 100%. Jadi, persentase Brasil jadi juara dunia tahun ini adalah 23 persen. Pun demikian rumus yang digunakan untuk menghitung peluang juara tim lain. 


Medcom.id/M.Rizal

Setelah Brasil, di bagan kiri peringkat berikutnya adalah Uruguay, dua kali juara dunia. Pada keikutsertaan yang ke 13 ini, Luis Suarez dan kawan-kawan memiliki peluang ke semifinal 38 persen. Uruguay juga memiliki persentase ke final 15 persen. Sedangkan untuk menjadi juara, persentase La Celeste ada di angka 15 persen.

Di posisi ketiga ada Les Bleus Prancis. Tim asuhan Didier Deschamps ini menduduki urutan ketiga berpeluang ke semifinal. Negara beribukota Paris ini memiliki persentase 33 persen. Peluang Hugo Lloris dan kawan-kawan ke final adalah 13 persen. Hanya saja untuk juara, tim Ayam Jantan memiliki persentase kecil, yakni hanya 6 persen meski ini menjadi penampilan ke 15 kalinya untuk Les Bleus di Piala Dunia. Prancis sejatinya siap mengejutkan lewat pemain muda mereka, Kylian Mbappe. Layak ditunggu.

Sedangkan calon lawan Brasil di babak 8 besar, Belgia, menjadi tim dengan persentase terkecil. The Reds Devils yang tampil ke 13 kalinya di Piala Dunia baru sekali lolos ke semifinal, yakni di tahun 1986. Persentase Eden Hazard dkk ke semifinal hanya 7 persen. Sementara untuk jadi juara, persentase Belgia 0%. Itu karena sepanjang sejarahnya Belgia belum pernah tampil di final. Tapi, angka-angka itu tidak bisa jadi patokan. Bisa saja hasilnya berbeda. Maklum banyak yang memprediksi Belgia salah satu favorit juara. Brasil versus Belgia juga baru sekali bertemu, yakni di babak 16 besar Piala Dunia 2002 Korsel-Jepang. Saat itu, Brasil menang dengan skor 2-0.

Bagaimana dengan persentase peluang empat tim di bagan kanan yang dihuni Rusia, Kroasia, Swedia dan Inggris? Ternyata, Swedia yang tidak diunggulkan, justru lolos ke babak 8 besar. Swedia memiliki persentase tertinggi lolos ke semifinal, yakni 33 persen. Andreas Granqvist dan kawan-kawan yang ke Rusia lewat jalur play-off usai mengalahkan Italia ini, akan berhadapan dengan Inggris di babak 8 besar. Persentase Swedia ke final 7 persen. Jika juara, tentunya kejutan bagi Swedia di penampilan ke 12 mereka.

Kroasia, negara pecahan Yugoslavia berada di urutan kedua peluangnya lolos ke semifinal. Ini menjadi penampilan kelima mereka di Piala Dunia. Pada penampilan perdananya di 1998, Kroasia langsung menduduki peringkat ketiga di Prancis. Dari pencapaian itu, Luka Modric dkk memiliki persentase lolos ke semifinal 20 persen. Kejutan tentu saja sebagai underdog, jika Kroasia lolos ke final bahkan hingga juara.

Sementara Inggris, negara yang mempopulerkan sepak bola pertama kali, justru berada di peringkat ketiga persentase peluangnya ke semifinal, yakni 13 persen. Itu karena mereka baru dua kali lolos ke semifinal (rumusnya 2:15x100). Kans untuk melaju ke final, Harry Kane dkk memiliki peluang 6,6 persen. Pun begitu dengan peluang juara, tim Negeri Ratu Elizabeth yang pernah mencicipi gelar pada tahun 1966 itu, memiliki peluang 6,6 persen. Keikutsertaan Inggris kali ini adalah untuk yang ke 15 kalinya.

Sisi menariknya menurut penulis, tuan rumah Rusia yang diprediksi hanya lolos ke babak 16 besar, layak diunggulkan ke final mewakili bagan kanan. Siapa sangka mereka mengalahkan tim kuat Spanyol, meski lewat drama adu penalti. Kini semua tim layak mewaspadai Rusia manakala bertemu di semifinal maupun final. Kesuksesan sejumlah negara menjuarai Piala Dunia (Uruguay, Italia, Jerman, Inggris, dan Prancis) saat menjadi tuan rumah adalah dasarnya. Sebagai negara besar, Rusia diyakini menginginkan juara selain menjadi penyelenggara tentunya.

Dari paparan di atas, tanpa mengecilkan peluang tim lainnya, Brasil layak diunggulkan ke final. Brasil sendiri memiliki gen juara dan nama besar di Piala Dunia. Sejak Piala Dunia digelar mereka tidak pernah absen. Lima gelar juara di luar negaranya adalah buktinya. Lawannya di final, penulis sempat ingin menjagokan Inggris lolos karena sukses mengalahkan 'kutukan' adu penalti. Namun, tuan rumah Rusia layak diperhitungkan dengan dukungan publik sendiri, yang bisa membantu mereka meraih mimpi ke partai puncak Piala Dunia.

Akhirnya, penulis hanya ingin mengatakan Piala Dunia bukanlah sekadar mitos, deretan data maupun fakta. Piala Dunia 2018 bukan hanya ajang pamer skil pemain berteknik tinggi dan bertalenta. Piala Dunia adalah pesta sepak bola sejagad, kadang penuh kejutan yang sejenak membat orang lupa urusan politik dan problematika lainnya. Sebulan penuh, setiap orang, tua-muda, miskin-kaya, pejabat-rakyat biasa, bebas menjagokan dan memprediksi tim kesayangannya dalam hiruk pikuk tontonan yang disaksikan miliaran orang itu. Dan itu hanya terjadi di Piala Dunia. Setelah itu, life must go on.

Video: Intip Sibur Arena Stadion Tercantik di Rusia, #SalamdariRusia
 


(RIZ)


Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina
Piala AFF 2018

Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina

1 hour Ago

Andik mengalami cedera lengan membantu Indonesia menghadapi Thailand di Rajamangala Nation…

BERITA LAINNYA
Video /