Manchester United

Ada Apa dengan Manchester United?

Achmad Firdaus    •    19 September 2016 20:26 WIB
manchester united 2016--2017
Ada Apa dengan Manchester United?
Jose Mourinho hanya bisa meratapi kekalahan MU atas Watford di Liga Primer Inggris. Ini sekaligus menjadi kekalahan ketiga MU secara beruntun (Foto: AFP PHOTO / Adrian DENNIS)

KAPABILITAS Jose Mourinho sebagai pelatih jempolan mulai dipertanyakan usai Manchester United menelan tiga kekalahan beruntun. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah,  apa yang terjadi dengan MU?

MU mulai kehilangan arah saat kalah dari Manchester City pada laga derby, 10 September lalu. Mourinho seakan kehilangan sentuhan magisnya yang sukses memberikan kemenangan di empat laga sebelumnya.

Apakah mungkin psikologi Mou terganggu usai kalah dari pesaing utamanya, Josep Guardiola di Derby Manchester? Terlalu dini memang untuk menyimpulkan hal tersebut.

Tapi, nyatanya MU tampil bak tim medioker saat melakoni dua pertandingan berikutnya di mana mereka harus takluk dari Feyenoord di Liga Europa dan terkini dibungkam klub semenjana, Watford. MU sejauh ini hanya mencetak delapan gol dan sudah kebobolan enam gol dari lima laga. Catatan ini jarang terjadi pada Mourinho yang terkenal cukup piawai dalam meramu lini belakang.

Mourinho boleh beralibi bahwa dua kekalahan tersebut terjadi karena ada keteledoran dari wasit. Namun, itu tidak lantas membuatnya lepas dari sorotan. Hasil akhirlah yang  tetap yang jadi acuan.

Mou tetap jadi orang yang dianggap tidak jeli dalam memaksimalkan skuat yang dimiliki. Padahal, manajemen klub sudah menggelontorkan dana hingga 120 juta poundsterling (Rp2 triliun) untuk merekrut Henrikh Mkhitaryan (37 juta pounds), Eric Bailly (20 juta pounds) dan Paul Pogba (70 juta pounds).

(BACA: Fakta Menarik di Balik Kekalahan MU atas Watford)

Nama terakhir mendapat sorotan paling besar. Ya, Pogba dinilai tidak pantas mendapat label pemain termahal dunia karena penampilannya yang belum sesuai dengan harapan.

Sejauh ini, performa Pogba dalam empat pertandingan di Liga Inggris terbilang cukup baik. Statistik Whoscored mencatat, Pogba mencatatkan rataan umpan akurat sebesar 81 persen per pertandingan. Ia juga melepaskan minimal tiga tembakan di setiap pertandingan.

Sayangnya, penampilannya tersebut tidak cukup bagus untuk klub sebesar MU. Pogba dinilai gagal memberikan keseimbangan di lini tengah MU. Duetnya dengan Marouane Fellaini tidak sesuai dengan harapan lantaran mudah ditembus lawan. Keduanya dinilai lebih sering membantu serangan sehingga kerap ketinggalan ketika menghadapi serangan balik.

Satu pemain lain yang juga tak lepas dari sorotan adalah Wayne Rooney. Khusus pada laga kontra Watford, penampilan Rooney seakan tenggelam. Ia tidak sama sekali berkontribusi dalam menyerang maupun bertahan. Statistik mencatat, Rooney tidak sekalipun melepaskan tembakan on target atau tackle. Kapasitasnya sebagai pemain yang berperan sebagai penyokong striker pun diragukan.

Jika sudah begini, Mourinho tentunya harus putar otak untuk mencari solusi secepatnya. Ia tentunya tidak ingin bernasib sama seperti dua pelatih sebelumnya, David Moyes dan Louis van Gaal yang menjalani kariernya di MU dengan penuh tekanan.

Banyak kalangan menilai, penampilan buruk MU di tiga pertandingan terakhir itu dikarenakan Mou tidak jeli dalam memilih dan menempatkan pemain di posisinya.

(BACA JUGA: Mourinho Kritik Jebloknya Mentalitas Pemain MU)

Legenda MU, Paul Scholes bahkan secara terang-terangan mengkritik duet Pogba-Fellaini di lini tengah MU. Mantan gelandang andalan MU tersebut menyarankan, Mou seharusnya memainkan Michael Carrick atau bahkan Bastian Schweinsteiger, gelandang jangkar yang menurutnya memiliki kualitas yang tidak diragukan dalam membaca permainan.

Jika ingin lebih radikal lagi, Mourinho sepertinya harus meninggalkan formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi andalannya. Skema ini nampaknya sudah banyak diketahui tim-tim lawan sehingga sudah tidak ampuh lagi.

Formasi 4-3-3 sepertinya bisa dicoba demi memaksimalkan lini serang MU. Mou bisa memasang Anthony Martial dan Marcus Rashford untuk menyokong Ibra. Kebetulan, dua pemain tersebut sudah terbukti mampu memainkan peran sebagai penyerang sayap. Sementara itu, Rooney dan Pogba bisa digunakan sebagai otak permainan di lini tengah.

Terlepas dari langkah apa yang akan diambilnya untuk mengatasi krisis yang tengah dihadapi timnya, Mourinho harus segera membuat keputusan. Pasalnya, dalam sepekan ke depan MU sudah ditunggu dua pertandingan penting, yakni menghadapi Northampton Town di ajang Piala Liga Inggris (22/9) dan menghadapi juara bertahan Leicester City di Liga Primer Inggris, Sabtu 24 September 2016.

Video: ?MU Tiga Kali Kalah Beruntun Musim Ini
 


(ACF)

UEFA Umumkan <i>Venue</i> Final Liga Champions 2018
Liga Champions

UEFA Umumkan Venue Final Liga Champions 2018

1 week Ago

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengumumkan stadion yang akan menjadi <i>venue</i> …

BERITA LAINNYA
Video /