Opini Piala Dunia 2018

Ancaman Neymar!

Boy Noya    •    06 Juli 2018 08:00 WIB
neymarpiala dunia 2018analisis piala dunia 2018
Ancaman Neymar!
Selebrasi Neymar usai mencetak gol ke gawang Meksiko dan membawa Brasil lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2018 (Foto: AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI)

BAGAIMANA meredam Neymar da Silva Jr? Bagaimana mencegah bintang Brasil ini mencetak gol atau memberi umpan matang buat rekannya? Roberto Martinez, arsitek  Belgia pasti sedang memikirkannya.

Bersama tim kepelatihan dan kapten tim Vincent Kompany dan juga motor lini tengah The Red Devils, Kevin De Bruyne, Martinez mencoba membuat skenario bagaimana membatasi pergerakan striker Paris Saint Germain (PSG) itu.

Neymar dalam performa terbaik tahun ini setelah pulih dari cedera. Itu diakui oleh pelatih Brasil, Tite, dan kapten tim Samba Thiago Silva. Dari 18 penampilan bersama Selecao, Neymar telah mencetak 10 gol dan 8 assist. Jika dihitung total penampilan pertamanya sejak membela Brasil sampai saaat ini, Neymar telah mencetak 56 gol dan 34 assist.

Pada Piala Dunia 2018 Rusia, sang bintang telah mencetak 2 gol dan 1 assist. Bukan tak mungkin pundi-pundi golnya akan bertambah jika Brasil lolos ke final.
 

Baca: Marcelo Siap Diturunkan Kontra Belgia


Sama dengan Roberto Martinez, penggila bola pun mencoba memikirkan bagaimana menemukan vaksin ampuh buat  mencegah keganasan virus Neymar di lapangan hijau selama 90 menit.

Pergerakan Neymar terlihat tidak menentu. Kadang sang bintang menyusup dari sayap kiri, tapi bisa juga dia berada di sayap kanan. Ketika Philippe Coutinho beroperasi di sayap kanan atau Gabriel Jesus melebar ke kiri, Neymar dengan kecepatan tinggi sudah ada di kotak penalti lawan.

Simak gol pertama Brasil ke gawang Meksiko. Setelah kerja sama satu-duanya dengan Willian, Neymar dengan kecepatan tinggi menerima umpan silang Willian di depan gawang Meksiko sekaligus menaklukkan kiper Guillermo Ochoa.

Kejadian serupa terjadi saat bertemu Kosta Rika. Umpan dari Douglas Costa diteruskan oleh Neymar yang sudah menunggu di muka gawang. Satu sentuhan ringan dan gol.

Dari fase grup sampai babak 16 besar, Roberto Martinez acap menerapkan skema 3-4-3 yang sudah mapan dan  terbukti ampuh. Apakah ia akan menerapkan pola yang sama saat berjumpa tim Samba?


(Momen saat Neymar menyontek bola umpan Willian di muka gawang Meksiko. Foto: AFP PHOTO / SAEED KHAN)

Untuk mengantisipasi serangan cepat dan bergelombang dari Brasil, Martinez bisa saja mengubah pola dengan menggunakan empat bek. Pola pun akan berubah menjadi 4-3-3 sama seperti skema Tim Samba. Terlalu riskan bermain terbuka melawan kecepatan anak anak asuhan Tite yang dimotori Neymar. Meksiko yang mencoba bermain terbuka terbukti takluk 0-2 dan Neymar punya andil besar dalam proses terjadinya dua gol Brasil.

Ada beberapa skenario untuk mengerem pergerakan Neymar, Jesus, Coutinho dan Wilian. Salah satunya dengan menginstruksikan Yannick Ferreira Carrasco dan Jan Vertonghen untuk tidak terlalu aktif membantu serangan.

Jika Neymar beroperasi dari kiri dan itu acap dilakukannya, maka Carrasco dan Vertonghen harus saling melapis untuk menghadang penetrasi sang predator masuk kotak berbahaya. Selain Carrasco, ada pilihan lain pada sosok Nacer Chadli yang tampil bagus saat mengalahkan Jepang di babak 16 besar.

Siapapun pilihan Martinez, mereka harus meminimalisir Neymar melakukan umpan silang yang akan dimanfaatkan  Jesus atau Paulinho. Jika Neymar mencoba beraksi dari sayap kanan, maka jelas Toby Alderweireld dan Thomas  Meunier harus saling back-up untuk menahan laju Neymar.

Brasil paham menyerang dengan mengadalkan umpan lambung tidak akan banyak berarti. Trio bek sentral Belgia; Vertonghen, Kompany dan Alderweireld sangat tangguh menahan serangan bola atas, baik silang maupun wall-pass.

Tite kemungkinan akan memerintahkan trisula Neymar, Coutinho dan Willian untuk  merangsek lewat kerja sama satu sentuhan dan masuk kotak penalti Belgia. Kotak penalti  adalah teritori Neymar karena ia mampu mengeksploitir teknik individu dan kecepatan untuk menaklukkan bek lawan.

Khusus buat Kompany, perlu hati hati untuk tidak ceroboh melakukan intercept atau tackling ke Neymar karena bisa berakibat fatal. Brasil bisa diuntungkan lewat bola-bola mati dan Neymar menggemari eksekusi tendangan bebas atau penalti. Perlu timing yang tepat saat menahan laju sang bintang yang sarat gerak tipu.

Martinez mungkin berpikir akan mengorbankan satu pemain untuk mengawal ketat Neymar seperti yang dilakukan Swiss saat menahan imbang tim Samba di fase grup. Saat itu, Vladimir  Petkovic memberikan tugas khusus kepada Valon Behrami untuk terus menempel pergerakan Neymar. Hasilnya, Neymar tak bisa mencetak gol.

Jika cara itu diterapkan, mungkin Martinez akan mengorbankan Axel Witsell atau Moussa Dembele untuk menguntit pergerakan Neymar. Cara lain adalah memerintahkan pemain terdekat dengan Neymar untuk menghambat laju mesin gol Brasil itu.

Jika Brasil memperoleh tendangan bebas di luar kotak penalti maka algojo sudah pasti Neymar. Statistik Neymar terbilang apik untuk eksekusi bola mati walaupun Coutinho pun tak kalah jago.

Neymar tercatat yang paling oke sebagai penyerang di ajang Piala Dunia Rusia. Ia sejauh ini sudah mencatatkan 23 tembakan yang mana 12 di antaranya mengarah ke gawang. Ia lah satu-satunya striker yang paling tinggi ciptakan peluang gol sebanyak 16 kali.

Neymar adalah masternya dalam menggiring bola. Di ajang Piala Dunia Rusia, Neymar menggiring bola sebanyak 40 kali. Tak ada satu pun pemain yang melakukan sebanyak yang ia lakukan.

Dengan kondisi fisik yang fit, Neymar akan merepotkan pemain belakang Belgia dengan pergerakan larinya yang intens. Sejak babak fase grup, Neymar sudah berlari total sejauh 37 km. Jadi, Martinez perlu juga pelari-pelari kuat untuk mengawal pergerakan bintang Brasil ini.

Dengan memberi perhatian ekstra ke Neymar paling tidak sedikit mengurangi gigitan tim Samba yang mematikan, tanpa mengecilkan peran Coutinho dan Jesus atau Roberto Firmino. Neymar adalah kunci tim Samba. Kartu as yang menjadi tumpuan Brasil buat meraih gelar ke-6.
 

Baca juga: Hadapi Belgia, Tite Tunjuk Miranda sebagai Kapten Brasil


So, mampukah Roberto Martinez menemukan cara ampuh buat meredam Neymar, masih teka teki. Yang jelas, Brasil punya memori manis ketika bersua Belgia.

Pada pertemuan terakhir mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan, Brasil berhasil menang 2-0 lewat gol Ronalo dan Rivaldo. Lebih spesial lagi, Brasil akhirnya keluar sebagai juara usai memukul Jerman di final dengan skor identik (2-0). 

Nah, apakah kemenangan atas Belgia akan memberi berkah buat tim samba di Piala Dunia 2018 Rusia? Tergantung sentuhan magis Neymar. Yang pasti kita akan disuguhi duel kelas atas sepak bola dunia di Stadion Kazan. Enjoy the game.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga


Video: Belanja Sebelum Nonton Pertandingan di Fan Fest Luzhniki, #SalamdariRusia



(ACF)


Video /