Yong Dae pensiun

Teriakan Fan untuk Si Tampan Tinggal Kenangan

Alfa Mandalika    •    12 Oktober 2016 18:31 WIB
bulu tangkis
Teriakan Fan untuk Si Tampan Tinggal Kenangan
Lee Yong-dae. (Foto: AFP)

Lee yong Dae... Lee yong Dae... Lee yong Dae...!! Pekikan histeris penonton wanita kerap terdengar di venue bulu tangkis ketika pebulu tangkis Korea Selatan itu bertanding. Hal itu maklum terjadi. Pasalnya, Yong Dae memiliki wajah yang rupawan khas pemain film dari negeri gingseng. 

Yong Dae sempat mengungkapkan, jika ia tampil di Indonesia, ia sangat senang dengan atmosfer Istora Senayan Jakarta.

"Pendukung wanita Indonesia sangat fantastis, itu sempat membuat saya deg-degan dan menjadi motivasi untuk menang," ujar Yong Dae tiga tahun lalu ketika tampil di Indonesia Open 2013.

Namun, sejak pekan lalu, atmosfer seperti itu nampaknya takkan terlihat lagi. Sang pemain memutuskan untuk mundur dari dunia yang membesarkan namanya.

Alasan Yong Dae mundur memang menimbulkan pertanyaan. Apalagi, usianya masih relatif muda. Baru 28 tahun. Namun, ia bersikeras ingin beristirahat dari kegiatan bulu tangkis. Selain itu, ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sebagai pebulu tangkis dunia, Yong Dae memiliki gelar yang cukup lengkap. Ia pernah merasakan manisnya gelar Olimpiade pada 2008. Ketika itu ia bersama Lee Hyo-jung sukses menggondol emas usai mengalahkan ganda campuran Indonesia, Nova Widianto dan Liliyana Natsir, 11 - 21 dan 17 - 21.

Selain Olimpiade, gelar kejuaraan dunia bulu tangkis, Asian Games, Piala Thomas, dan Sudirman Cup juga pernah dirasakan pebulu tangkis kelahiran Hwasun, 11 September 1988 itu.

Yong Dae boleh dibilang salah satu atlet tersukses yang dimiliki Korsel. Bakat Yong Dae sudah terendus tim bulu tangkis Korsel sejak 13 tahun yang lalu. Ketika itu, tim bulu tangkis Korsel terus mengasah talenta yang dimiliki Yong Dae. Ia juga difokuskan untuk menguatkan sektor ganda Korsel.

Baca: PBSI Dianggap Gagal Meregenerasi Pemain


Spesialis Pemain Ganda

Yong Dae mulai menyukai bulu tangkis sejak usia delapan tahun. Ia mulai mengasah bakatnya ketika duduk di bangku sekolah dasar dan mengikuti klub bulu tangkis bernama Samsung Electromechanics. Bakat yang ia miliki terus berkembang dan sampai akhirnya ia menembus pelatnas Korsel pada 2003.

Karier Yong Dae kian meroket tatkala ia diikutsertakan mengikuti kejuaraan-kejuaraan internasional. Pelatnas Korsel sempat menempatkan Yong Dae pada sektor tunggal putra dan ganda putra. Namun, pada kejuaraan pertama di Prancis Terbuka 2004, Yong Dae dianggap lebih solid ketika bertanding pada sektor ganda. Alhasil, ia mampu merajai peringkat satu dunia dengan empat pasangan yang berbeda.

Gelar pertama yang diraih Yong Dae ialah Asian Junior Badminton Championships. Ia menjadi juara ketika berpasangan dengan Ha Jung-eun. Setelah merengkuh gelar perdana, Yong Dae semakin menakutkan dengan menuai hattrick gelar di BWF Junior Championships.

Yong Dae sempat berpasangan dengan Lee Hyo Jung di sektor ganda campuran. Mereka sempat menduduki peringkat satu dunia usai memenangkan kejuaraan Super Series dan medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Tidak hanya di sektor ganda campuran, ia juga mampu memesona lewat ganda putra. Bersama Jung Jae-sung ia juga pernah menguasai tabel peringkat dunia. Sejumlah gelar yang berhasil diraih Yong Dae bersama Jae-sung ialah Thailand Terbuka, Jerman Terbuka, All England 2008, Tiongkok Open Super Series 2008, dan Swiss Open 2008.

Lepas dari Jae-sung, Yong Dae dipasangkan dengan Ko Sung-hyun. Ia sempat menjadi juara di ajang Korea Open Super Series 2013. Hanya setahun berpasangan, Yong Dae langsung berpasangan dengan Yoo Yeon Seong. Bersama Seong, Yong Dae mampu tampil lebih liar lantaran memenangkan kejuaraan bergengsi.


Lee Yong Dae (Kanan) dan Ko Sung-hyun (Kiri). (Foto: AFP)

Mereka mampu memboyong tiga gelar super series dalam waktu tiga pekan! Jepang Terbuka, Indonesia Terbuka, dan Australia Terbuka menjadi bukti sahih kehebatan Yong Dae/Yeon Seong. Alhasil, mereka mampu menduduki peringkat satu dunia ganda putra.

Kehebatan Yong Dae/Yeon Seong terus berlanjut pada 2015. Total, mereka merengkuh enam gelar Super Series di Australia, Jepang, Korsel, Denmark, Prancis, dan Hong Kong.


Baca: Sebenarnya Bonus yang Didapatkan Owi/Butet Lebih dari Rp5 Miliar


Bangkit dari Keterpurukan dan Mendapatkan Kado Manis Perpisahan

Yong Dae/Yeon Seong sempat merasakan pahitnya kekalahan. Situasi itu terjadi ketika mereka berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sukses lolos fase grup, mereka malah tumbang pada perempat final. Adalah ganda Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong yang mengalahkan Yong Dae/Yeon Seong. Mereka bertanding rubber game 17 - 21, 21 - 18, dan 21 - 19.

Akan tetapi, setelah terpuruk di Olimpiade, mereka buru-buru bangkit. Tepatnya di ajang Korea Terbuka 2016. Yong Dae/Yeon Seong sukses menjadi juara usai menumbangkan ganda Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen.

"Ini laga internasional terakhir saya. Saya sangat senang menutup karier internasional dengan gelar juara," kata Yong Dae usai menjuarai Korea Terbuka.

Pesta perpisahan Yong Dae semakin meriah lantaran dua ganda lainnya juga merengkuh gelar juara. Ganda putri Jung Kyung-eun/Shin Seung-chan mampu mengalahkan Luo Ying/Luo Yu. Lalu, ganda campuran Ko Sung-hyun/Kim Ha-Na menumbangkan Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok).

Kini, teriakan-teriakan para penonton wanita di bulu tangkis rasanya sudah tidak terdengar lagi dan tinggal menjadi kenangan. Terima kasih Yong Dae sudah membuat atmosfer berbeda di venue bulu tangkis.

Video: PSSI akan Tetap Gelar Kongres di Makassar
 


(ASM)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

2 hours Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /