Opini Piala Dunia 2018

Momen 1966 Terulang, Mungkinkah Inggris Juara di Rusia?

Misbahol Munir    •    03 Juli 2018 17:10 WIB
analisis piala dunia 2018
Momen 1966 Terulang, Mungkinkah Inggris Juara di Rusia?
Skuat The Three Lions persiapan jelang hadapi Kolombia di Piala Dunia 2018 Rusia-AFP/GIUSEPPE CACACE

Mungkinkah Tim Nasional Inggris jadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia? Tentu saja jawabannya sangat mungkin. Bisa dikatakan peluangnya masih 50:50. Memang saat ini banyak yang mengaitkan tentang kecocokan momen ketika Inggris juara di tahun 1966 dengan 2018, sehingga skuat The Three Lions-julukan Timnas Inggris, berpeluang meraih juara. 

Berbagai kecocokan itu mulai dari klub yang juara sampai peringkat finisnya. Ketika Inggris juara Piala Dunia 1966,  Real Madrid tampil menjadi juara Liga Champions, Burnley tampil di Eropa, Manchester City menjuarai liga (Divisi 2), dan Chelsea finis kelima di Liga Inggris.

Momen yang terjadi pada 1966 itu terulang lagi pada 2018. Yaitu, Madrid meraih gelar juara Liga Champions, Burnley ke Liga Eropa (usai finis ketujuh di Liga Inggris), City menjadi juara (Premier League), dan Chelsea finis kelima.

Baca juga: Egoisme Membunuh Spanyol

Kesamaan yang lain adalah sang legenda sepak bola Britania Raya, Geoff Hurst yang mencetak hat-trick pada final Piala Dunia 1966 melawan Jerman Barat. Harry Kane pun menyamai rekor Hurst, menjadi pemain Inggris yang mencetak hattrick di Piala Dunia saat melawan Panama dengan skor akhir 6-1.

Entah apakah semua itu kebetulan semata atau suratan takdir, tentu jangan dibawa kelewat serius soal banyaknya kecocokan momen tersebut. Yang pasti Inggris membawa modal cukup bagus melaju ke 16 besar. 

Pelajaran Penting bagi Inggris

Saat laga penutup Grup G, Inggris harus mengakui kehebatan Belgia di Kaliningrad Stadium, Jumat 29 Juni 2018. Meski bukan laga penentu, kekalahan itu jadi pelajaran berharga bagi pasukan Gareth Southgate agar bisa melaju mulus ke babak selanjutnya.

Ada banyak 'PR' yang harus diperbaiki Southgate. Terutama mengenai sektor pertahanan dan penjaga gawang. Mereka harus bisa membangun pertahanan tangguh saat menghadapi serangan balik James Rodriguez dkk. Kelemahan lain, tim Inggris dihuni pemain sangat muda-muda dan minim jam terbang di pertandingan Internasional.

Karena itu Harry Kane dkk harus berjuang ekstra keras menghadapi Timnas Kolombia pada 4 Juli 2018 di Otkritie Arena, Moskow nanti. Mengingat kekuatan Los Cafeteros tidak hanya terletak pada James Rodriguez. Kekuatan mereka hampir mereta. Sejumlah nama bahkan tampil di Liga top Eropa. Seperti David Ospina (Arsenal), Davinson Sánchez (Tottenham), Yerry Mina (Barcelona), Cristián Zapata (AC Milan), Santiago Arias, (Juventurs), dan Juan Guillermo Cuadrado (Juventus).

Tak kalah menakutkan lagi, para penyerang mereka adalah penyerang kelas dunia. Seperti Radamel Falcao (Monaco), Carlos Bacca (Villareal), Luis Muriel (Sevilla FC), dan Miguel Borja (Palmieras).

Baca juga: Neymar Bawa Brasil Melangkah ke Perempat Final

Apalagi bekal Los Cafeteros melangkah ke Rusia dengan modal bagus. Mereka tak terkalahkan sejak November 2017. Termasuk meraih kemenangan atas timnas Prancis di Paris pada Maret lalu.

Bahkan tim asuhan Jose Pekerman sempat mengejutkan publik sepak bola dunia pada Piala Dunia Brasil tahun 2014. Yakni berhasil mencapai babak perempat final dan pencapaian itu adalah prestasi terbaik selama Piala Dunia.

Berkat pencapaian itu, peringkat Kolombia sempat berada di urutan ketiga daftar negara FIFA pada 2014. Berlanjut dua tahun kemudian, yaitu pada 2016, Kolombia berhasil menempati peringkat ketiga Copa America.

Bila melihat pada statistik pertemuan kedua tim, Inggris unggul melawan Kolombia. Tercatat menang tiga kali dan dua kali imbang. Lantas apakah kecocokan momen-momen saat Inggris juara Piala Dunia 1966 bisa mewujudkan Inggris mengangkat Trofi di Rusia? Tentu, semua pendukung Inggris berharap itu menjadi kenyataan!

Video: Warga Moskow Turun ke Jalan Rayakan Kemenangan Rusia
 


(RIZ)