Liga Champions 2017--2018

Timo Werner dan Sepenggal Kisah tentang Suporter Besiktas

Achmad Firdaus    •    28 September 2017 01:14 WIB
liga champions 2017--2018
Timo Werner dan Sepenggal Kisah tentang Suporter Besiktas
Suporter Besiktas jelang menyaksikan pertandingan (Foto: AFP PHOTO / YASIN AKGUL)

Metrotvnews.com, Istanbul: Kehadiran suporter sebagai pemain ke-12 yang bisa membantu klub kesayangannya meraih kemenangan, ternyata bukan hanya mitos belaka. Hal ini setidaknya berhasil dibuktikan suporter Besiktas.

Carsi, demikian sebutan suporter klub Besiktas, menjadi salah satu aktor di balik kesuksesan Besiktas menaklukkan RB Leipzig di matchday kedua penyisihan Grup G Liga Champions, Rabu 28 September dini hari WIB.

Teror mental yang dihadirkan Carsi lewat teriakan dan nyanyian yang mereka dengungkan sepanjang pertandingan di Vodafone Stadium, sukses menggoyahkan mental pemain Leipzig yang datang berkunjung.
 

Baca: Ronaldo Masuk Daftar Pemain yang Paling Sering Tampil di Eropa


Timo Werner, striker Leipzig menjadi salah satu pemain yang tak kuat mental menghadapi "teror" Carsi. Suara bising yang mereka lontarkan sepanjang pertandingan membuat Werner menderita, hingga akhirnya minta ditarik keluar saat laga baru berjalan setengah jam. Werner mengaku, telinganya sakit meski ia sudah menggunakan penyumbat untuk meredam kebisingan fan Besiktas.

"Saya tidak pernah merasakan atmosfer seperti ini sepanjang hidup saya. Saya tidak bisa konsentrasi ke pertandingan. Saya sempat menggunakan penyumbat telinga, tapi itu tidak membantu. Saya tetap merasa tidak nyaman," demikian pengakuan Werner kepada CapaMag Spor usai pertandingan.



Keluarnya Werner yang notabene pemain tersubur di kubu Leipzig --dengan koleksi lima gol-- memberikan keuntungan buat Besiktas. Sebab, mereka berhasil menambah gol lewat aksi Talisca (43'), setelah sebelumnya Ryan Babel membuka keunggulan di menit ke-11.

Kebisingan yang diciptakan sekitar 36 ribu suporter Besiktas di pertandingan melawan Leipzig dini hari tadi, memang bukan hal yang baru. Mereka sudah lama melakukannya. Di Turki, suporter Besiktas ini merupakan satu dari tiga kelompok suporter terbesar selain suporter Fenerbahce dan Galatasaray.

Carsi berdiri pada 1982 yang berisikan pemuda-pemuda yang biasa berkumpul di sekitar pasar di distrik Besiktas. Ketenaran Carsi mulai menyebar ke penjuru dunia pada era 90an lewat kekompakan mereka dalam membuat kebisingan (menyanyi dan berteriak) sepanjang 90 menit pertandingan. Juga lewat koreografi unik yang kerap mereka tampilkan.
 

Baca juga: Bale Menemukan Kembali Performa Terbaiknya


Mereka bahkan sempat mencatatkan rekor sebagai kelompok suporter paling bising. Hal itu terjadi saat mereka menjamu Liverpool di Liga Champions pada Oktober 2007. Saat itu, kebisingan yang diciptakan suporter Besiktas memecahkan rekor dunia untuk suara paling bising dalam stadion. Kebisingan yang mereka ciptakan mencapai 132 desibel.



Tak hanya kompak dalam mendukung Besiktas, Carsi juga dikenal sebagai kelompok suporter yang cukup kritis dalam urusan politik dan sosial.

Mereka sempat bekerja sama dengan aktivis Greenpeace membuat sebuah banner yang isinya menentang rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang rencananya akan dibangun di Turki.



Selain itu, mereka juga sempat dituding sebagai salah satu kelompok suporter yang ikuti memobilisasi pergerakan massa untuk melakukan demonstrasi anti-pemerintah pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan pada 2013.

Video:  Diincar Klub-Klub Besar, Egy Maulana Prioritaskan Pendidikan
 


(ACF)