Roberto Carlos Mario Gomez

Mengenal Roberto Carlos Mario Gomez, Pelatih Baru Persib Bandung

Gregah Nurikhsani Estuning    •    28 November 2017 20:00 WIB
liga indonesiapersib bandung
Mengenal Roberto Carlos Mario Gomez, Pelatih Baru Persib Bandung
Roberto Carlos Mario Gomez. (Foto: mingpaocanada.com)

Jakarta: Persib Bandung resmi mengontrak Roberto Carlos Mario Gomez sebagai pelatih kepala untuk dua tahun ke depan. Sejumlah pengalaman dan prestasi mentereng menemani perjalanan kariernya di lapangan sepak bola. Kehadirannya diharapkan bisa membawa Maung Bandung kembali 'mengaum'.

Dalam rilis resmi Persib, proses negosiasi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dengan Mario Gomez berjalan cukup alot. Target tinggi pun dicanangkan manajemen klub musim depan.

"Setelah melalui proses yang cukup panjang, kedua belah pihak akhirnya menjalin kesepakatan dengan durasi dua tahun untuk membangun dan membentuk tim Persib agar kembali ke jalur kejayaannya," tulis dalam laman resmi Persib.

Harapan dan beban yang diberikan Persib kepada Mario Gomez rasanya tidak berlebihan jika melihat prestasi yang ia raih bersama klub asal Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT). Yang paling beken adalah ketika membawa JDT keluar sebagai juara Piala AFC tahun 2015.

Catatan impresifnya kemudian dilanjutkan dengan keberhasilan JDT menjuarai Malaysia Super League 2015 dan Charity Shield Malaysia 2016. Tahun 2015, Mario Gomez akhirnya didaulat sebagai pelatih terbaik Negeri Jiran.

Metrotvnews.com merangkum profil dan rekam jejak karier pelatih berusia 60 tahun yang pernah bekerja sama dengan Hector Cuper di Inter Milan dan Valencia tersebut.

Karier sebagai Pemain
Karier Mario Gomez sebagai pemain terbilang singkat, yakni dari tahun 1979 sampai 1987 saja. Namun demikian, ia tercatat telah lebih dari 140 kali tampil bersama dua tim, Club Atletico Kimberley de Mar del Plata dan Ferro Carril Oeste.

Bermain sebagai bek, Mario Gomez pernah memberikan dua gelar juara Liga Argentina pada tahun 1982 dan 1984. Meski begitu, tak ada catatan yang menyebut jika ia pernah membela timnas Argentina, negara asal kelahirannya.

Karier Kepelatihan
Setelah pensiun jadi pemain, Mario Gomez memilih untuk tetap berkutat di lapangan sepak bola, tepatnya sebagai staf pelatih. Tidak jauh-jauh, klub besar Argentina, Gimnasia La Plata menjadi pelabuhan barunya, bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai asisten pelatih.

Tahun 1997, Mario Gomez memberanikan diri menjadi pelatih di Lanus. Dua tahun berselang, ia sempat menangani Real Mallorca, namun cuma berusia lima hari saja karena regulasi La Liga Spanyol mewajibkan seorang pelatih kepala/manajer untuk minimal menangani sebuah tim selama dua tahun.

Hector Cuper bisa dibilang orang paling berjasa dalam perjalanannya menuju pelatih berkelas. Saat Cuper hengkang dari Mallorca menuju Valencia dan Inter Milan, Mario Gomez ikut dibawanya melanglang buana, termasuk merasakan dua kali menembus final Liga Champions.

Setelah itu, Mario Gomez kembali ke kampung halamannya dan melatih tiga tim di sana, yakni Gimnasia La Plata, Gimnasia y Esgrima de Jujuy dan Belgrano de Cordoba.


(Mario Gomez [paling kanan] saat masih bersama Ferro Carril Oeste. Sumber: twitter.com/TODOESHISTORIA).

Petualangannya di Eropa dilanjutkan di Yunani bersama Asteras Tripoli tahun 2009. Keadaan politik dan ekonomi yang sedang sekarat di Negeri Para Dewa itu disinyalir menjadi penyebab dirinya kembali ke Argentina masih di musim yang sama, tepatnya di Club Atletico Tucuman.

Musim 2011--2012, ia memutuskan untuk melatih Ferro Carril, klub yang membesarkan namanya. Ia sempat kembali ke Gimnasia Jujuy semusim berselang, hingga akhirnya berlabuh ke Deportivo Cuenca tahun 2014, di mana ia berhasil membawa klub asal Ekuador itu berjaya di Hong Kong Lunar New Year Cup 2014.


(Surat kabar di Malaysia memberitakan perekrutan Mario Gomez sebagai pelatih JDT. Sumber: Twitter.com/Twt_Larkin).

Aji mumpung karena tengah berada di Hong Kong, Mario Gomez mencoba peruntungan dengan bergabung ke South China. Itu juga menandakan langkah pertamanya sebagai pelatih di Asia.

Satu musim di South China, Mario Gomez kemudian menerima pinangan Johor Darul Ta'zim selama 1,5 tahun. Seperti yang sudah disebutkan di awal, petualangannya di Asia dilanjutkan bersama Persib Bandung.

Polemik Gaji bersama Timnas Malaysia
Laman peyedia data transfer bernama Transfermarkt per 28 November mengklaim jika Mario Gomez pernah menangani timnas Malaysia selama kurang lebih enam pekan, yakni dari 25 Maret sampai 14 Mei 2017.

Durasi yang singkat itu cukup membingungkan karena pada Maret silam disebutkan jika Mario Gomez terikat kontrak selama tiga tahun dengan SEA Games sebagai agenda terdekat.

Kemudian terungkaplah jika ternyata ada ketidaksepakatan antara Mario Gomez dengan FAM atau PSSI-nya Malaysia. Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Presiden FAM dan owner JDT menyebut persoalan gaji menjadi penyebabnya.

Dalam laman resmi FAM, Tunku menawarkan gaji seniali 25ribu dolar AS, namun Mario Gomez meminta 40ribu dolar AS (Rp533 juta) sebulan. FAM menganggap harga tersebut terlampau tinggi dan enggan melanjutkan negosiasi.

Terkait gaji, kubu Persib juga enggan merilis berapa dana yang mereka keluarkan untuk meminang Gomez. Namun, jika merujuk pada masalah gaji bersama Timnas Malaysia, rasanya Gomez mendapatkan gaji yang cukup tinggi di Bandung.

Well, dengan asumsi gaji yang lumayan besar dan didukung rekam jejaknya yang tidak bisa dipandang sebelah mata, mampukah Roberto Carlos Mario Gomez mengembalikan kembali kejayaan Persib Bandung musim depan? Kita tunggu saja.


(ACF)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

12 hours Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /