Real Madrid juara Liga Champions 2017--2018

Bale si Pembeda dari Bangku Cadangan

A. Firdaus    •    27 Mei 2018 12:31 WIB
real madridliga champions 2017--2018
Bale si Pembeda dari Bangku Cadangan
Gareth Bale datang dari bangku cadangan untuk memastikan gelar Liga Champions Real Madrid ke-13 kalinya (Foto: UEFA)

Kiev: Hidup bisa berubah dalam sekejap. Penggalan kalimat tersebut pantas disematkan kepada Gareth Bale.

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tak menempatkan nama Bale ke dalam susunan pemain awal kontra Liverpool di final Liga Champions 2017--2018. Ia kembali duduk di bangku cadangan seperti mengulang final Liga Champions tahun lalu, saat El Real menang 4-1 atas Juventus di Cardiff.

Bale sebenarnya sudah dalam kondisi terbaik usai mendapatkan cedera pada Desember lalu. Tapi Zidane lebih memilih Isco untuk mendampingi Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di depan.

Klik di sini: Jejak Blunder Karius

Dalam catatan pertandingan Madrid sejak Bale sembuh dari cedera, pemain yang diboyong Madrid seharga Rp1,6 triliun hanya bermain selama 99 menit dari tiga pertandingan fase knock out Liga Champions (16-besar, perempat final, dan semifinal) musim ini.

Namun cara Bale agar dirinya diabadikan dalam cerita rakyat Real Madrid sedikit berbeda. Menggantikan Isco ketika laga masih imbang 1-1, Bale hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menguasai panggung Kiev.

Tepatnya pada menit ke-64, memanfaatkan umpan dari Marcelo, gol salto Bale mampu membuat Madrid kembali unggul atas Liverpool menjadi 2-1.

"Bola datang pada ketinggian yang sempurna. Itu insting dan Anda harus mencoba dan untungnya bola datang. Saya membuat koneksi yang bagus dengan bola dengan posisi membelakangi gawang," ujar Bale menceritakan gol spektakulernya ke gawang The Reds.

Tak berhenti di situ, pada menit ke-83 Bale melepaskan bola dari luar kotak penalti. Beruntungnya, bola sepakannya itu tak mampu ditangkap dengan sempurna oleh kiper Liverpool Loris Karius.

Dengan torehan itu membuat Bale menjadi pemain pertama dari bangku cadangan yang mampu mencetak dua gol di final Liga Champions. Sekaligus menghapus stigma buruk yang dialaminya belakangan ini, dengan berhasil membawa Madrid meraih trofi Liga Champions tiga kali beruntun.
 
Apa yang ditafsirkan Bale pada pertandingan tadi malam seakan sudah dibaca oleh pelatihnya di tim nasional Wales Ryan Giggs. Sehari sebelum laga final dimainkan, mantan winger Manchester United itu merasa yakin bahwa anak asuhnya bakal menjadi pembeda menghadapi Liverpool.

"Setiap kali Bale terlibat, dia selalu membuat perbedaan. Dia dapat melakukan hal-hal khusus dan telah mencetak banyak gol. Dia adalah pemain yang sangat sulit dijaga lawan, karena ia dapat mencetak berbagai macam gol," terang Giggs kepada Sky Sport.

Tentu dengan aksinya saat ini membuat Madrid berpikir panjang untuk melepaskannya. Sebab dari isu yang beredar, mantan pemain Southampton tersebut bakal dijual Los Blancos yang ingin mendatangkan Neymar da Silva Jr dari Paris Saint Germain.

Klik di sini: Ramos seperti Bergulat dengan Salah

Bale pun menyimpan kekecewaan atas apa yang dialaminya selama musim ini. Dia berencana untuk berdiskusi dengan agennya terkait kontrak bersama Madrid.

Peran pentingnya di partai final tadi malam sedikit banyak memengaruhi nilainya di bursa transfer. Sehngga bukan tak mungkin klub-klub seperti Manchester United kembali bergeliat mendapatkan tanda tangannya.

Bale tercatat hanya tampil 20 dari 38 pertandingan Madrid di La Liga musim ini. Sementara di Liga Champions, Bale hanya bermain tujuh kali dan menghasilkan tiga gol pada musim ini.

Pembukaan Asian Games Libatkan 90% Anak Bangsa



(FIR)


Video /