Piala AFF 2016

Mengukur Peluang Juara Timnas Indonesia

Achmad Firdaus    •    28 November 2016 20:57 WIB
piala aff
Mengukur Peluang Juara Timnas Indonesia
Aksi suporter Indonesia saat mendukung timnas melakoni babak penyisihan grup Piala AFF 2016 di Filipina (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Timnas Indonesia telah berhasil mencapai target pertama di Piala AFF 2016; menembus semifinal. Kini, target kedua adalah meraih trofi perdana. Mampukah?

Bicara soal peluang juara, kita tentunya mesti mengukur terlebih dulu kekuatan dan kekurangan yang dimiliki skuat Garuda. Gambaran soal peta kekuatan Timnas bisa dilihat dari tiga laga yang sudah dimainkan Timnas di fase grup.   

Indonesia memastikan diri lolos ke babak semifinal lewat perjuangan yang tidak mudah. Sempat berada di ujung tanduk lantaran gagal memetik kemenangan di dua laga awal, skuat Garuda akhirnya sukses mengamankan status runner-up Grup A dan mendampingi Thailand di babak semifinal.

Secara umum, penampilan anak-anak asuh Alfred Riedl di fase grup bisa dibilang cukup baik. Di pertandingan pertama, mereka sempat membuat juara bertahan, Thailand, ketar-ketir lantaran mampu mengejar ketertinggalan dua gol hanya dalam kurun tiga menit. Sayangnya, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan Indonesia hingga akhirnya harus menyerah 2-4.

Penampilan apik juga ditunjukkan Andik Vermansyah dkk saat menghadapi tuan rumah Filipina di pertandingan kedua. Sempat dua kali memimpin, Indonesia hanya kurang beruntung lantaran tendangan bebas Philipp Younghusband merobek gawang Kurnia Meiga untuk memaksakan hasil 2-2.

Laga pamungkas kontra Singapura menjadi titik balik kebangkitan Merah Putih. Melakoni laga wajib menang demi menjaga peluang lolos, Boaz Solossa dan kawan-kawan menunjukkan semangat pantang menyerah.

Sempat tertinggal lewat gol Khairul Amri pada babak pertama, para penggawa Timnas Indonesia tidak kehilangan fokus hingga akhirnya sukses melakukan comeback dan menang 2-1 lewat gol Andik Vermansyah dan Stefano Lilipaly. Kerja keras mereka pun berbuah tiket semifinal lantaran di pertandingan lain Filipina kalah dari Thailand.
 

Baca: Stadion Pakansari, Venue Semifinal Indonesia vs Vietnam


Melihat sepak terjang Stefano Lilipaly dan kolega dalam tiga pertandingan di atas, rasanya tidak berlebihan jika suporter mengharapkan sesuatu yang spesial di akhir turnamen.

Momentum ini harus bisa dimanfaatkan Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di Asia Tenggara. Meraih gelar juara untuk kali pertama menjadi raihan yang sempurna buat menghapus kenangan buruk satu tahun silam di mana sepak bola Indonesia "mati suri" lantaran terbelenggu sanksi FIFA. 

Indonesia akan menghadapi Vietnam di babak semifinal nanti. Leg pertama akan dimainkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu 3 Desember 2016. Sementara leg penentuan akan digelar di Vietnam empat hari berselang.

Boaz dan kawan-kawan wajib memaksimalkan laga kandang jika ingin peluang lolos ke final tetap terbuka. Ini menjadi tugas pelatih Alfred Riedl untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam skuatnya.

Di fase grup, lini belakang Indonesia jadi sorotan lantaran dinilai kurang solid. Duet Rudolof Yanto Basna dan Fachruddin Aryanto belum mampu memberikan keamanan buat penjaga gawang. Hal ini bisa dilihat dari rekor kebobolan Indonesia yang kemasukan tujuh gol dari tiga laga. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dari empat tim yang lolos ke semifinal.

Pada leg pertama nanti, Basna dan Fachruddin dipastikan harus absen karena menjalani akumulasi kartu. Dengan demikian, Riedl hanya memiliki Gunawan Dwi Cahyo, Hansamu Yama Pranata atau Manahati Lestusen yang bisa diandalkan untuk mengisi jantung pertahanan.

Siapapun yang dipilih nanti, Riedl harus memastikan bahwa mereka siap. Waktu persiapan selama empat hari harus dimanfaatkan betul untuk membuat mereka siap menghalau kecepatan dan kualitas individu para pemain Vietnam.
 

Baca juga: Prediksi Pengamat Sepak Bola soal Laga Indonesia vs Vietnam


Sektor tengah juga mesti diperbaiki mengingat Bayu Pradana kerap bertugas sendirian di posisi gelandang bertahan. Padahal, Indonesia yang mengusung pola 4-4-2, memiliki empat pemain di sektor tengah. Celah ini juga harus menjadi perhatian serius Riedl.

Intinya, untuk menang melawan Vietnam, para pemain Indonesia harus bermain disiplin dan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Hal inilah yang kerap gagal dilakukan para pemain. Mereka sering lengah terutama di awal dan akhir laga. Dua laga uji coba melawan Vietnam pada Oktober dan November lalu, menjadi salah satu contohnya.

Pada pertemuan pertama di Stadion Maguwoharjo, 9 Oktober lalu, Indonesia harus kecolongan dua gol di 12 menit awal laga. Beruntung, mereka berhasil bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2.

Di pertemuan kedua yang digelar di kandang Vietnam, Indonesia yang sempat dua kali unggul, harus pulang dengan membawa kekalahan 2-3 lantaran Vietnam mampu memanfaatkan kelengahan para pemain dan mencetak dua gol balasan di 20 menit akhir laga.

Jika mampu mempertahankan fokus dan disiplin, serta efektif dalam melakukan serangan, rasanya bukan tak mungkin Indonesia bakal menjungkalkan Vietnam, bahkan mengalahkan Thailand yang berpotensi besar jadi lawan Timnas Indonesia jika lolos ke final. Semoga.

Video: Lini Tengah Indonesia Harus Solid Hadapi Vietnam
 


(ACF)

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari
Jelang Final Piala AFF 2016

Penilaian AFF tentang Stadion Pakansari

16 minutes Ago

Stadion Pakansari yang berada di Cibinong, Kabupaten Bogor telah sukses menggelar laga semifina…

BERITA LAINNYA
Video /