Bursa pelatih timnas Indonesia

Menakar Kualitas Kandidat Juru Taktik Timnas

Alfa Mandalika    •    12 Januari 2017 17:34 WIB
pssitimnas indonesia
Menakar Kualitas Kandidat Juru Taktik Timnas
Timnas Indonesia saat berlaga di Piala AFF 2016. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: PSSI masih memiliki pekerjaan rumah mengenai tim nasional. Ya, induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu masih belum menetapkan jajaran pelatih baik di kelompok usia sampai senior. Rencananya, PSSI akan mengumumkan pelatih timnas dalam waktu dekat.

Memang, menentukan pelatih harus dilakukan dengan cermat. Salah-salah mengambil keputusan, hal itu bisa berdampak buruk bagi kualitas timnas.

Saat ini, sejumlah nama pelatih meramaikan bursa pelatih timnas. Dari dalam negeri sampai luar negeri dipersiapkan oleh PSSI. Khusus untuk pelatih timnas senior, PSSI nampaknya tidak main-main. Hal itu bisa terlihat dari dua kandidat yang dibidik yakni Luis Fernandez dan Luis Milla.

PSSI pun masih menimang siapa yang dinilai memiliki kemampuan untuk mendongkrak prestasi timnas. Bahkan, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan masih dalam proses pembahasan.

"Kalau pelatih timnas (senior) dua-duanya pelatih asal Spanyol. Sebenarnya mau ditetapkan, tapi masih mau digodok lagi karena kredibilitas kedua nama ini setiap melatih selalu berprestasi," ujar Edy.

Menilik kualitas Luis Fernandez dan Luis Milla memang tidak berbeda jauh. Luis Fernandes dikenal dengan pelatih yang kenyang pengalaman di Eropa. Sejumlah klub top Eropa tercatat pernah dibesutnya.

Dari Paris Saint Germain (PSG), Athletic Bilbao, Espanyol, dan Real Betis merupakan klub Spanyol yang pernah dilatih Fernandez. Sementara untuk pengalaman melatih timnas, Israel dan Guinea pernah dilatih oleh eks pemain PSG era 1970an itu.

Berbicara prestasi sebagai pelatih, Fernandez mempersembahkan sejumlah gelar kepada PSG. Coupe de France, Coupe de la Ligue, Winners Cup, UEFA Intertoto Cup menjadi bukti kepiawaian Fernandez. Bahkan, saat melatih Bilbao pada 1998, Fernandez merusak hegemoni Real Madrid di La Liga. Bilbao sukses finis di posisi kedua dan hanya kalah dari Barcelona.

Fernandez juga dikenal sebagai pelatih yang tak segan melontarkan kritik kepada pemainnya. Ia juga pernah mengkritik Ronaldinho saat bermain di PSG. Ketika itu, ia menilai Ronaldinho lebih suka keluyuran malam dan berpesta ketimbang fokus bermain sepak bola. Sampai-sampai, Fernandez juga sempat membangkucadangkan Ronaldinho.

Baca: Pelatih Timnas Bakal Diumumkan Dalam Waktu Dekat


Sementara pesaingnya, Luis Milla juga termasuk pelatih yang berpengalaman di Eropa. Khususnya melatih skuat muda. Tercatat, ia pernah menangani timnas Spanyol kelompok umur dari 19 - 23 tahun.

Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu pernah membawa timnas Spanyol U-21 menjuarai UEFA European U-21. Hal itu memberi keuntungan tersendiri bagi Milla. Sebab, PSSI menginginkan pelatih yang fokus kepada pemain muda dan nantinya para pemain itu diproyeksikan menjadi andalan di timnas senior.

Apalagi, ujian pertama andai ia terpilih sebagai pelatih timnas membawa Indonesia berprestasi di ajang SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Milla juga kerap melahirkan bintang-bintang untuk timnas Spanyol. Nama-nama yang pernah dipoles Milla ialah Juan Mata, Thiago Alcanara, Javi Martinez, dan David De Gea. Dan bukan tidak mungkin, Milla bisa memoles talenta muda berbakat Indonesia. 

Poin tambahan bagi Milla, ia pernah membesut tim Asia. Ia dipercaya melatih klub Uni Emirat Arab, Al Jazira pada 2013. Meski tidak terlalu lama merasakan atmosfer sepak bola Asia, hal itu bisa menjadi nilai plus bagi Milla.

Ilustrasi by Metrotvnews.com

Sementara untuk pelatih U-19, ada nama Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal. Khusus untuk Indra, ia merupakan pelatih yang mencuri perhatian pada 2013 ketika melatih timnas U-19. Tidak tanggung-tanggung, ia membawa timnas muda menjadi juara AFF U-19. Namun sayang, saat berlaga di pentas Piala Asia, prestasi timnas U-19 meredup. 


Indra Sjafri. (Foto: MI/ Immanuel Antonius)

Faktor pendorong PSSI memilih pelatih Bali United itu diprediksi lantaran pengalamannya membawa timnas U-19 berprestasi.

Video: Indra Sjafri Belum Dapat Pemberitahuan soal Jadi Pelatih Timnas U-19


Lalu, munculnya nama Pikal cukup mengejutkan. Sebelumnya, ia disebut bakal melatih timnas senior lantaran pengalamannya menjadi asisten pelatih timnas di Piala AFF 2010, 2014, dan 2016. Namun, ia tidak menolak jika memang dipercaya melatih timnas U-19.

"Saya (sudah) komunikasi dengan PSSI. Jadi, kita lihat saja nanti, secara prinsip saya merasa terhormat dan bangga untuk timnas manapun dengan situasi profesional," kata Pikal.

Alasan PSSI memasukan Pikal lantaran ia sudah membawa dua kali timnas menembus final AFF pada 2010 dan 2016.

Sedangkan untuk timnas U-16 ada dua kandidat yakni Fachry Husaini dan Rudy Eka Priyambada. Khusus bagi Fachry ia sempat menukangi timnas U-15, U-17, dan U-19.

Baca: PSSI Tunda Pelatnas Timnas U-23


Sejauh ini, prestasi Fachry belum terlihat. Namun setidaknya, ia sudah terbiasa dengan pola melaith di timnas kelompok umur. Dengan berbekal pengalaman melatih timnas muda sejak 2004, nama Fachry boleh dibilang berpotensi melatih timnas U-16.

Sementara untuk Rudy Eka Priyambada, ia juga merupakan salah satu pelatih muda potensial. Sempat melatih Celebest FC, ia juga pernah menjabat sebagai asisten pelatih klub Bahrain, Al Najma. Lalu, ia juga bekerja sama dengan Indra Sjari saat pelatih berdarah Minang itu melatih timnas U-19.

Well, siapa pun yang menjadi pelatih senior maupun kelompok umur nanti, pastinya harus lebih peka kepada perkembangan pemain yang ada. Selain itu, ia juga harus bisa menerjemahkan formasi dengan baik sehingga segala rencana bisa dijalankan dengan sempurna.

Video: PSSI Umumkan Kandidat Pelatih Timnas
 


(ASM)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

17 minutes Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /