Menakar Untung Rugi Juventus Rekrut Ronaldo

Alfa Mandalika    •    18 Juli 2018 12:22 WIB
cristiano ronaldojuventus
Menakar Untung Rugi Juventus Rekrut Ronaldo
Cristiano Ronaldo saat tiba di Kota Turin, Italia. (Foto: AFP/Miguel Medina)

CRISTIANO Ronaldo tak pernah habis menyita perhatian. Teranyar, bapak empat anak itu memutuskan bergabung dengan raksasa Italia, Juventus.

Sebelumnya, kabar soal Ronaldo ke Juventus tak sering terdengar seperti pemberitaan kembalinya CR7 -julukan Ronaldo- ke Manchester United.

Tetapi, begitulah dunia sepak bola, tak pernah berhenti memberikan kejutan. Apalagi, ketika musim transfer pemain, kejutan-kejutan seperti ini selalu menarik.

Banyak yang bilang, keputusan Ronaldo ini sudah tepat. Memutuskan pergi sebelum "didepak" seperti Raul Gonzalez Blanco atau kiper tampan nan berkharisma, Iker Casillas. 

Salah seorang kawan saya bilang, "Ronaldo mau cari apalagi. Semuanya sudah pernah diraih di Madrid". Jika dipikir-pikir, ada betulnya juga perkataan kawan saya tersebut.

Tengok saja gelar La Liga, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, ah.. masih banyak lagi. Belum lagi gelar pribadi, CR7 nyaris tak pernah absen mendapatkan gelar individu saat berseragam Madrid. Baik di level domestik hingga internasional (Ballon d'Or).

Maka tak heran, jika Ronaldo merasa perlu tantangan baru. Terdengar klise sih, tapi ya mungkin memang itu alasannya.

Keseriusan Ronaldo bisa dilihat dari jumpa media pertama Ronaldo. Pesepak bola Portugal itu dengan tegas mengatakan tak tertarik dengan tawaran pindah ke klub Qatar atau Tiongkok.

Dengan kata lain, Ronaldo masih percaya diri, dengan usia yang tidak muda lagi, dia masih kompetitif dan sanggup memberikan prestasi untuk Si Nyonya Tua.

"Ini semua berdasarkan kekuatan dan kapasitas klub (Juventus). Saya tidak sedih. Saya di sini untuk tantangan baru dalam karier. Tanpa mengurangi rasa hormat, biasanya pemain-pemain seusia saya akan memilih pindah ke Qatar atau Tiongkok," kata Ronaldo sesaat setelah diumumkan sebagai pemain anyar Juventus.

"Bergabung ke klub sebesar ini membuat saya senang. Dari Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Ini karier impian dan saya juga tidak menyangka bisa meraih banyak gelar hingga hari ini," kata pemain 33 tahun itu.

"Tentu, saya ingin sukses bersama Juventus. Saya di sini bukan untuk berlibur. Saya ingin membuat sejarah juga di Juventus," sambungnya.

Baca: Juventus Resmi Perkenalkan Cristiano Ronaldo


Untung rugi kedatangan Ronaldo
Sudah pasti, setiap kehadiran pemain bintang, menghabiskan banyak dana. Ronaldo menjadi contoh konkretnya. Memang, dia belum memecahkan rekor transfer termahal Neymar Da Silva, tetapi tetap saja, harga Ronaldo tidak standar.

Berdasarkan rilis dari klub, La Vecchia Signora rela merogoh kocek dalam yakni 105 juta euro (Rp1,7 triliun). Fantastis bukan dengan pesepak bola di usia 33 tahun?

Ronaldo juga mendapatkan gaji selangit yakni 30 juta euro (Rp505 miliar) per musimnya. Jika pendapat dalam setahun Ronaldo dibagi 12 bulan, maka bunyinya berkisar puluhan miliar rupiah.

Pembelian ini bisa dibilang berani. Sebab, terakhir kalinya Juventus membeli pesepak bola dengan harga fantastis ialah Gonzalo Higuain yakni 81 juta poundsterling.

Akan tetapi, pembelian tersebut rasa-rasanya setimpal lantaran belum bertanding, jersey bernomor 7 Ronaldo sudah ludes seperti dilaporkan Yahoosports.  Bahkan, toko online Juventus sempat down lantaran tingginya pengunjung.

Tercatat, sebanyak 520 ribu jersey CR7 terjual dalam 1x24 jam. Dengan harga per jersey 105 euro (Rp1,8 juta), maka Juventus sudah meraup untung 55 juta euro (Rp923 miliar) dalam sehari.

Selain itu, Juventus mendapatkan banjir followers di tiga akun media sosialnya. Menurut Radio Brila, Juve mendapatkan tambahan 3 juta followers sejak Ronaldo bergabung.

Mungkin saja, kehadiran Ronaldo di pentas Serie A membuat penggemar berat CR7 langsung setia memantau pertandingan di Serie A. Jika demikian, penonton kompetisi di Negeri Pizza bakal melonjak.

Jika berbicara keuntungan, tak lengkap rasanya jika tidak melihat sisi kerugiannya. Dari sisi komposisi pemain, Ronaldo jelas mengancam keberadaan para striker di Juventus.

"Ronaldo pasti lebih sering dimainkan sebagai penyerang. Lalu, di belakang Ronaldo ada Paulo Dybala," ujar senior saya, A. Firdaus yang merupakan penggemar garis keras Juventus.

Sah-sah saja analisis kawan saya itu. Sebab, Ronaldo bisa ditempatkan sebagai winger, false nine, bahkan sebagai striker. Jika sudah begitu, bagaimana nasib Gonzalo Higuain, Dybala, Douglas Costa, dan Mario Mandzukic?

Khusus nama terakhir, memang fan berharap Mandzukic tetap bertahan. Apalagi, melihat determinasinya sepanjang Piala Dunia bersama Kroasia, membuat fan berharap banyak.

Akan tetapi, kondisi striker yang sesak memungkinkan Mandzukic dilepas. Apalagi, Manchester United dilaporkan tertarik dengan dirinya. Bahkan, ada opsi ada barter dengan United untuk mendapatkan bek sayap United, Matteo Darmian.

Selain Mandzukic, ada nama Higuain yang kemungkinan bisa jadi tumbal Ronaldo. Chelsea disebut sebagai klub yang getol ingin membawa Higuain. Faktor Maurizio Sarri membuat Chelsea kepincut dengan striker Argentina itu.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Jersey Ronaldo di Juventus Laris Manis


(ASM)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

8 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /