Atlet Berprestasi

Belajar dari Lalu Muhammad Zohri

Alfa Mandalika    •    20 Juli 2018 10:18 WIB
atletikolah raga
Belajar dari Lalu Muhammad Zohri
Lalu Muhammad Zohri-Dok: IAAF

SEPEKAN terakhir, nama Lalu Muhammad Zohri menjadi tajuk pemberitaan di sejumlah media massa. Bahkan, video keberhasilan Zohri menjadi viral dan menyita perhatian warganet.

Ya, apalagi kalau bukan karena prestasi cemerlangnya di pentas dunia. Zohri berhasil menjuarai kejuaraan dunia atletik junior U-20 di Stadion Ratina, Tampere, Finlandia, Rabu 11 Juli waktu setempat.

Kemenangan sprinter kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengagetkan berbagai kalangan, termasuk sang pelatih Erwin R Maspaitella. Bukan apa-apa. Zohri harus bersaing dengan pelari asal Amerika Serikat macam Anthony Schwartz dan Eric Harrisson. 

Namun, Zohri tak memusingkan mereka. Dia hanya fokus menjadi yang tercepat. Dan benar saja, Zohri mencatatkan waktu terbaik 10,18 detik untuk jarak bergengsi, 100 meter.

"Memang enggak kepikiran bakal menang. Dia saja berada di jalur ke delapan karena berada di peringkat dua pada babak penyisihan. Tapi ternyata, dia bisa melaju dengan rileks dan melewati catatan waktu Amerika Serikat," kata Erwin.

Sontak, prestasi tersebut disambut gegap gempita oleh masyarakat Tanah Air. Mulai Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga, hingga pengacara kondang memberikan apresiasi kepada pelari 18 tahun itu. Mulai dari hadiah uang, beasiswa, hingga renovasi rumah langsung diberikan kepada Zohri. Rezeki nomplok.


Lalu Muhammad Zohri-Medcom.id

Menanggapi banjirnya bonus kepada dirinya, Zohri bersikap tenang. Bahkan, dia berencana untuk membangun pesantren yatim piatu.

"Insya Allah hadiah itu saya sedekahkan juga untuk anak-anak yatim atau saya mau buat pesantren untuk anak yatim piatu," kata Zohri di Jakarta.

Jangan Terjerat Star Syndrome

Ada istilah "Mempertahankan lebih berat daripada meraihnya". Apa yang diraih Zohri sewaktu-waktu bisa saja berubah. Zohri yang kini dielu-elukan, bisa saja dilupakan.

Zohri diminta untuk tak terpengaruh dengan banjirnya pemberitaan, sehingga dia bisa konsentrasi penuh pada kejuaraan selanjutnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI), Mohammad Hasan meminta pencapaian Zohri tidak perlu dibesar-besarkan. Dia khawatir, Zohri akan terbeban karena mendapatkan banyak pujian.

Pria yang karib disapa Bob Hasan itu menambahkan, konsistensi Zohri dibutuhkan saat perhelatan Asian Games, Agustus 2018.

"Saya menyampaikan kepada CdM agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, kalau sudah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja," kata Bob Hasan.

"Yang saya takutkan, dia (Zohri) malah tegang menyambut Asian Games atau pertandingan lain hingga akhirnya cedera," ujar Bob.

Wejangan juga datang dari Presiden Joko Widodo. Hal itu diungkapkan langsung Zohri seusai bertemu Presiden di Istana Bogor, 


Lalu Muhammad Zohri saat menang di kejuaraan dunia U-20 (Dok: IAAF)

"Semangat latihan, jangan sombong, jangan sombong, selalu rendah hati karena perjalanan saya Insya Allah masih panjang," kata Zohri meniru perkataan Jokowi.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih atas prestasi membanggakan yang ditorehkan Zohri.

"Ini sebagai modal kita menapak ke Asian Games 2018 maupun pada event-event besar lainnya. Sekali lagi saya sangat bangga dan rakyat sangat bangga. Dan mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara ini," kata Jokowi.

"Dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi yang besar, dengan kerja keras, dengan kegigihan, Zohri bisa memenangkan pertandingan lari 100 meter U-20," ujar Jokowi.

Well, kita bisa belajar banyak dari Zohri. Selagi ada keinginan kuat, pasti di situ ada jalan.

Video: Mengenal Lebih Dekat Lalu Muhammad Zohri
 


(RIZ)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

14 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /