Menanti Kebijakan Milla terhadap Terens, Spasojevic dan Ridho

Gregah Nurikhsani Estuning    •    27 Oktober 2017 14:58 WIB
timnas indonesia
Menanti Kebijakan Milla terhadap Terens, Spasojevic dan Ridho
Luis Milla. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan))

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama satu pekan ini, sepak bola Indonesia diramaikan oleh beberapa momen, seperti persiapan timnas U-19, timnas futsal yang berlaga di Piala AFF 2017, sampai persoalan lisensi profesional klub. Yang paling menyita perhatian adalah saat media-media internasional dibuat terperangah usai menyaksikan Terens Puhiri mencetak gol sensasional ke gawang Mitra Kukar. Disusul oleh catatan impresif Muhammad Ridho di bawah mistar gawang Borneo FC, sampai pada dipastikannya Ilija Spasojevic jadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketiga figur yang disebut di atas, yakni Terens, Spaso dan Ridho memiliki satu kesamaan. Ramainya pemberitaan mengenai ketiganya mengantar mereka pada satu muara: tim nasional Indonesia.

Gol yang dicetak pemain kelahiran Papua 21 tahun lalu itu memang sungguh luar biasa. Ia melakukan solo run sejauh nyaris 3/4 lapangan, melewati hadangan satu pemain Mitra Kukar dengan kecepatan larinya, sampai mengecoh kiper Mitra Kukar untuk kemudian melesakkan bola ke gawang yang sudah ditinggal penghuninya.
 

Baca: Spasojevic Siap Bela Timnas Indonesia di Asian Games


Kekaguman dan dukungan dari rakyat Indonesia pun seketika mengalir deras melalui akun media sosial. Mayoritas berharap agar Terens masuk timnas Indonesia U-22 di Asian Games 2018. Bak gayung bersambut, Bima Sakti, asisten Luis Milla di timnas memastikan jika Terens punya kesempatan.

Sama seperti Terens, rekan setimnya, Muhammad Ridho juga menorehkan catatan manis di Liga 1 Indonesia 2017. Kiper berusia 26 tahun itu sukses lewati pencapaian salah satu penjaga gawang terbaik Indonesia, Andritany Ardhiyasa dengan raihan 96 penyelamatan.

Meningkatnya performa pemain bernama lengkap Muhammad Ridho Djazulie pada bulan Oktober ini sudah sewajarnya terperangkap radar Luis Milla, terlepas dari posisi Borneo FC yang bukan tim penghuni enam besar.
 

Baca: Mengintip Statistik Gol Terens Puhiri


Ketertarikan muncul dari pelatih kiper Skuat Garuda, Eduardo Perez. Bima Sakti mengakui jika coach Edu sempat menyatakan jika Ridho layak dipanggil timnas. Peluang pun terbuka pada laga uji coba terdekat yang kabar terakhir menyebut timnas bakal ladeni Guyana.

Spasogol, begitu suporter PSM Makassar menjulukinya saat masih membela Pasukan Ramang, juga memiliki peluang besar usai sah menjadi WNI. Striker haus gol berdarah Montenegro itu secara terbuka juga menanti panggilan timnas.

"Waktu saya di Malaysia, saya dapat panggilan dari federasi sepak bola Montenegro. Mereka bilang saya ada di rencana mereka untuk Kualifikasi Piala Dunia. Tapi, saya jelaskan dengan baik bahwa saya menunggu panggilan Timnas Indonesia. Saya cinta negara ini, karena masa depan saya berada di sini. Saya bicara dengan federasi, dia terima dengan baik," kata Spaso di Bekasi.
 

Baca: Selain Terens Puhiri, Kiper Borneo FC Juga Catat Raihan Impresif


Terlepas dari itu semua, keputusan ada di tangan Luis Milla selaku pelatih kepala. Dibutuhkan perhitungan matang baginya untuk mengotak-atik skema yang secara garis besar sudah terlihat dalam beberapa bulan sejak ia menangani Merah Putih.

Khusus Terens, mungkin sulit untuk menembus timnas U-22. Apalagi fakta menyebut jika ia sebenarnya sudah pernah mengikuti seleksi sekitar bulan Maret silam. Terens gagal memenuhi kualifikasi yang diperlukan Milla saat itu. Ia kalah bersaing dengan Septian David, Febri Hariyadi, mau pun Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar.

Muhammad Ridho juga tak bisa sesumbar masuk skuat timnas senior hanya karena rekor penyelamatannya di Liga 1. Umumnya, sekali pun hanya pertandingan persahabatan, posisi penjaga gawang diisi oleh tiga pemain saja. Sedangkan sejauh ini langganan kiper timnas dipenuhi oleh sosok-sosok hebat.



Persaingan Andritany dan Awan Setho saja sudah membuat siapa pun pelatih pusing menentukan siapa yang terbaik. Belum lagi Teja Paku Alam, Muhammad Natshir sampai Kurnia Meiga yang siap menjadi tembok besar di bawah mistar gawang. Peluang tetap terbuka, tinggal bagaimana di sisa Liga 1 musim ini Ridho bisa menjaga performanya bersama Borneo FC.

Mengenai Spasojevic, jika melihat statistiknya selama berkarier di kompetisi ofisial, catatan golnya memang sangat istimewa. Sedikitnya 137 gol dari 253 pertandingan membuktikan betapa ia merupakan monster di jantung pertahanan lawan. Spaso juga pernah dipanggil timnas Montengero, namun ditolaknya karena ingin membela Indonesia.



Bagi pecinta sepak bola Indonesia, keseriusan Spaso untuk membela timnas Garuda sampai rela menolak panggilan Montenegro bisa dijadikan alasan kuat untuk, setidaknya, menjajal kemampuan striker berusia 30 tahun itu di uji coba terdekat.

Ketiganya boleh berdoa, rakyat Indonesia bisa berharap, namun kebijakan dan keputusan Luis Milla yang akan jadi acuan. Sejauh ini, rancangan Milla dinilai objektif, memanggil pemain yang memang tengah in-form, sedang apik-apiknya tanpa memandang dari mana klub itu berasal.

Kebijaksanaan juga wajib menjadi pertimbangan jajaran pelatih timnas. Hanya karena menarik atensi media internasional berkat aksi solo run-nya, tak lantas Terens bisa melenggang begitu saja ke skuat timnas. Pun dengan Ridho yang bermodalkan 96 penyelamatan. Dibutuhkan pengamatan jeli seperti performa keseluruhan timnya, berapa kali ia kebobolan dan lain sebagainya, inilah tugas Milla cs.
 
 

A post shared by Ilija Spasojevi? (@spaso_87) on


Berkaca pada striker naturalisasi seperti Christian Gonzales, Sergio van Dijk, Jhon van Beukering, atau Greg Nwokolo yang kehadirannya belum memberikan kontribusi nyata berupa gelar juara minimal tingkat Asia Tenggara, jelas Milla harus berpikir ribuan kali. Kebijakan dan kebijaksanaannya harus turut menyeret pertimbangan teknis lain semisal mengorbankan bakat lokal yang bermunculan.

Pintu timnas selalu terbuka buat siapa pun yang benar-benar bertekad memberikan yang terbaik. Kesempatan selalu datang di waktu yang tak terduga. Siapa sangka Ridho dan Terens bisa menarik perhatian Bima Sakti, Luis Milla, atau Eduardo Perez? Siapa yang tahu monster kotak penalti macam Spasogol bersedia membela timnas Indonesia meski baru berkarier selama kurang lebih enam tahun?

Video: Dilirik Klub Eropa, Egy Pilih Fokus Bersama Timnas U-19
 


(ASM)

Daftar Klub yang Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2017 -- 2018
Liga Champions 2017 -- 2018

Daftar Klub yang Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2017 -- 2018

57 minutes Ago

Matchday kelima Grup A - H Liga Champions 2017 - -2018 sudah selesai dihelat. Beberapa tim sud…

BERITA LAINNYA
Video /