Referendum Catalonia dan Wacana FC Barcelona Keluar dari La Liga

Alfa Mandalika    •    03 Oktober 2017 12:24 WIB
barcelona 2017--2018liga spanyol
Referendum Catalonia dan Wacana FC Barcelona Keluar dari La Liga
Barcelona merayakan kemenangan atas Las Palmas meski tanpa dukungan penonton di Camp Nou. (Foto: AFP/Jose Jordan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Referendum Catalonia menjadi perbincangan di dunia internasional. Apalagi, setelah melakukan pemungutan suara pada 1 Oktober, 90 persen masyarakat Catalonia memilih memisahkan diri dari Spanyol.

Meski begitu, pemerintah Spanyol tidak mengakui hasil pemungutan suara tersebut. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menolak referendum Catalonia. "Hari ini, tidak ada referendum di Catalonia," tegas PM Rajoy, seperti dilansir AFP

Rajoy menilai, proses referendum adalah tindakan yang menanam bibit-bibit perpecahan dan mendorong masyarakat untuk bentrok dan membangkang. Ia mencoba memberikan opsi dengan membuka pintu bernegosiasi terkait hak-hak otonomi yang lebih luas.

"Referendum yang ingin melikuidasi konstitusi kita dan memisahkan sebagian dari negara kita tanpa memedulikan opini seluruh negeri tidak bisa terjadi," kata Rajoy, dikutip dari BBC, Senin 2 Oktober 2017.

"Kita menunjukkan bahwa negara demokratis kita punya cara untuk melindungi diri dari serangan serius seperti referendum ilegal ini," sambung Rajoy.

Sementara itu, pemimpin regional Catalonia, Carles Puigdemont bersikeras bakal mendeklarasikan kemerdekaan yang berangkat dari hasil referendum yang memperlihatkan dukungan yang masif.

"Pada hari penuh harapan dan penderitaan ini, masyarakat Catalonia telah memenangkan hak untuk mendirikan negara independen berbentuk republik," ujar Puigdemont.


Masyarakat pro Catalonia berdemo di Barcelona. (Foto: AFP/Pierre Philippe Marcou)



Juru bicara pemerintahan daerah Catalonia Jordi Turull menyebut 2,26 juta orang mengikuti referendum. Sebanyak 2.02 juta memilih merdeka, atau 90 persen. Tingkat keikutsertaan disebut-sebut mencapai 42,3 persen.

Pemimpin wilayah Catalonia dikabarkan sudah bersiap mendeklarasikan kemerdekaan pada pekan depan.

Apabila Catalonia jadi memisahkan diri dari Spanyol, itu berdampak juga bagi seluruh klub sepak bola yang berasal dari Catalonia. FC Barcelona contohnya. Blaugrana berpeluang dicoret dari keikutsertaan La Liga Spanyol.

Baca: Pique Jadi Sasaran Kemarahan Suporter Spanyol


Lalu pertanyaannya, di negara mana Barcelona akan berkompetisi?

Menurut Menteri Olahraga Catalonia, Gerard Figueras, Barcelona tak perlu khawatir tidak punya kompetisi untuk diikuti. Sebab, kata dia, Barca bisa mengikuti Liga Premier Inggris, Liga Italia Serie A, atau Ligue 1.

"Jika terjadi kemerdekaan, klub-klub asal Catalonia di La Liga - Barcelona, Espanyol, dan Girona - akan memutuskan di mana mereka akan bermain: di Liga Spanyol atau negara tetangga: Italia, Prancis, atau Liga Premier," tutur Figueras.

"Di Spanyol sekarang ada tim dari negara lain yang bermain di liga nasional: klub dari Andorra di sepak bola dan bola basket. Monaco bermain di Prancis, di Inggris ada klub asal Wales. Saya pikir UEFA tidak akan bisa melarang klub bermain di liga yang berbeda dari negara mereka," terang Figueras seperti dikutip Mirror.

Akan tetapi, untuk bergabung dengan kompetisi lain tampaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. FC Barcelona bagaimana pun punya andil besar dalam persepakbolaan Spanyol.

Baca: Dukung Referendum Catalonia, Pique Siap Mundur dari Timnas Spanyol


Berbagai pihak menilai, membutuhkan waktu lama untuk mencoret klub-klub Catalonia. Apalagi, terdapat sejumlah alasan yang membuat posisi Barca dan kesebelasan Catalonia bertahan di kompetsi sepak bola Spanyol.

Contoh paling mudah terjadi di Liga Primer Inggris yang mempersilakan klub asal Swansea City, Wales, dan Cardiff untuk ikut berkompetisi. Lalu ada juga AS Monaco yang mengikuti Ligue 1 Prancis.

Ada sejumlah alasan yang mendorong para klub tersebut berkompetisi di luar negaranya. Contohnya AS Monaco yang tidak memiliki kompetisi sepak bola profesional. Begitu juga dengan Wales. Kendati terdapat Liga Primer Wales, Swansea, dan Cardiff menolak untuk bermain di Wales lantaran sudah lama berkompetisi di Inggris.

Namun, kondisi berbeda dialami oleh Catalonia dan Spanyol. Sisi historis yang panjang dan rumit menjadi salah satu alasan masyarakat Catalonia bersikeras memisahkan diri dari Spanyol. Penyebab utama apalagi kalau bukan suhu politik yang memanas dan bisa memicu keretakan dalam tubuh Liga Spanyol.

Akan tetapi, segalanya bisa berubah apabila otoritas Liga dan Kementerian Olahraga (pemerintahan Spanyol) melihat secara jeli, bahwa pengaruh Barcelona sangat besar dari segi sepak bola Spanyol dan bidang ekonomi.

Video: Dipecat Muenchen, Ancelotti Banjir Tawaran


(ASM)

Prediksi Benfica vs Man United: Awas Ancaman Tuan Rumah!
Jelang Benfica vs Manchester United

Prediksi Benfica vs Man United: Awas Ancaman Tuan Rumah!

20 minutes Ago

Manchester United akan menghadapi Benfica pada matchday ketiga Liga Champions 2017 -- 201…

BERITA LAINNYA
Video /