NEWSTICKER

Melestarikan Budaya Tionghoa Lewat Kaligrafi

29 November 2022 09:45

Kegiatan menulis kaligrafi karakter “Fu” dengan pit dan tinta di atas kertas merah digelar untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kaligrafi karakter "Fu" ini melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Seorang peserta tertua yakni Tang Brotokusumo (91) mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ia menceritakan pengalamannya belajar kaligrafi sewaktu muda, tapi belakangan dirinya sibuk berbisnis dan baru kembali aktif belajar kaligrafi di usia 70 tahun hingga sekarang.

Ketua Asosiasi Kaligrafer Indonesia Steve Yenadhira menambahkan bahwa budaya Tionghoa di Indonesia sempat dilarang selama lebih dari 30 tahun, sehingga orang-orang yang bisa menulis kaligrafi saat ini telah berusia antara 50-60 tahun. Asosiasi Kaligrafer Indonesia pun mulai aktif membina generasi penerus. 

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri beberapa perwakilan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bahasa Kementerian Pertahanan. Mereka mengaku sangat tertarik untuk belajar bahasa Mandarin dan kaligrafi di bawah pelatihan guru selama lima bulan, serta menyadari manfaat belajar kaligrafi bagi generasi muda, yaitu bersama-sama melestarikan budaya Tionghoa di Indonesia.

Tag