NEWSTICKER

Mengurangi Emisi Karbon, Pemerintah Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

30 September 2022 08:48

Dalam rangka mengurangi ketergantungan energi fosil dan mengurangi emisi karbon, pemerintah akan mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional pemerintah pusat maupun daerah. Dalam beberapa tahun terakhir minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin meningkat, sehingga stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) juga menjadi permintaan besar untuk infrastruktur pendukung terkait.

Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) merupakan bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan yang menggabungkan konsep stasiun bensin yang ramah lingkungan atau stasiun pengisian energi hijau. 

Menurut Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bali dan Madura Haryanto WS, berdasarkan Perpres Tahun 2019 No.55, PLN telah diberi kewenangan untuk mempersiapkan ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, PLN sudah membangun 150 unit SPKLU, sehingga total ada 295 unit termasuk SPKLU non-PLN.

Selain itu, saat ini sudah ada lima unit stasiun penukaran baterai sepeda motor listrik, yang rencananya akan ditambah sampai 70 unit di wilayah Jawa dan Bali. PLN juga siap menjalin kemitraan dengan berbagai pihak melalui program franchise, yang diharapkan dapat menambah jumlah SPKLU serta mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Untuk perbedaan kendaraan listrik dan biasa, menurut beberapa pemilik kendaraan listrik, keduanya tidak jauh berbeda. Namun kendaraan listrik lebih hemat, ramah lingkungan, nyaman, pajak lebih murah, serta dikecualikan dari peraturan ganjil genap. 

Terdapat di SPKLU, pengisian kendaraan listrik juga bisa dilakukan di rumah, perbedaannya terletak pada durasi. Biaya pengisian listrik sekitar Rp2.400/kwh. Untuk memudahkan masyarakat pengguna kendaraan listrik, PLN  menyediakan berbagai program. Di antaranya penawaran khusus untuk instalasi baru atau tambahan daya listrik kepada keluarga yang memiliki kendaraan listrik, kemudian diskon biaya listrik sekitar 30% pukul 22:00 hingga 05:00 pagi.