NEWSTICKER

LPSK: Surat Permohonan Perlindungan Istri Ferdy Sambo Janggal

15 August 2022 14:19

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengakui lamban menjawab permohonan bantuan perlindungan kepada Ny. Putri Chandrawati Sambo. Kelambanan tersebut akibat kejanggalan di dalam dua dari tiga surat permohonan yang diterimanya. 

Surat permohononan perlindungan sebagai saksi korban diterima LPSK pada 14 Juli 2022. Di dalam surat tersebut dicantumkan tanda tangan Ny. Putri Chandrawati Sambo selaku pemohon dan penasehat hukumnya.

Namun sebelumnya ada dua surat permohonan perlindungan bagi Ny. Putri Chandrawati Sambo yang diterima LPSK. Dua surat yang didasarkan laporan korban kepada Polres Jaksel itu masing-masing tertanggal 8 Juli 2022 dan 9 Juli 2022.

"Tanggalnya berbeda, tapi nomernya sama. Bila LPKS seperti lamban memutuskan, sebab sedari awal ada kejanggalan ini," ungkap Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo.

Di dalam keterangan yang disampaikannya di Kantor LPSK, Jl Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022) siang, Hasto Atmojo mengungkap hal lain yang membuat permohonan ditolak adalah Ny. Putri Chandrawati Sambo tidak kooperatif. Sudah dua kali tim menemuinya, tetapi tetap pemohon tidak bersedia menyampaikan keterangan yang dibutuhkan.

"Kami ragu apakah P berniat ajukan perlindungan ke LPSK atau P malah tidak tahu menahu tentang permohonan tetapi ada desakan dari pihak lain untuk ajukan perlindungan," sambung Hasto.

Rapat parpurna LPSK telah memutuskan menolak permohonan perlindungan bagi Ny. Putri Candrawathi Sambo. Alasan utama penolakan adalah proses pengusutan kasus tindak kekerasan seksual oleh Brigadir J yang dilaporkan istri Irjen Ferdy Sambo tersebut telah Bareskrim Polri hentikan demi hukum.