NEWSTICKER

Tag Result: pencabulan di pesantren

Polisi Minta Keterangan Korban Pencabulan Oknum DPR

Polisi Minta Keterangan Korban Pencabulan Oknum DPR

Metro Hari Ini • 5 months ago pencabulan

Seorang oknum anggota DPR berinisial DK diduga melakukan pencabulan di di Jakarta, Semarang dan Lamongan.  Para saksi dan korban pencabulan, tengah dimintakan keterangannya oleh Bareskrim Mabes Polri. 

"Kasus masih dalam tahap penyidikan, kita tunggu perkembangan selanjutnya, " kata Kabag Penum Polri, Kombes Nurul Azizah, Jumat (15/7/2022).
 

Kasat Reskrim Jombang Disiram Air Panas Saat Penangkapan Subchi

Kasat Reskrim Jombang Disiram Air Panas Saat Penangkapan Subchi

Metro Pagi Prime Time • 5 months ago pencabulan

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha korban penyiraman air panas saat penjemputan paksa Moch Subchi Azal Tsani, menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri. AKP Giadi mengalami luka bakar.

Menurut dokter Rumah Sakit Bhayangkara, AKP Giadi mengalami luka bakar di punggung, kaki kiri dan kanan. Ia mengalami luka bakar tingkat dua. Meski demikian dokter mengizinkan AKP Giadi utnuk melakuka rawat jalan sambil menunggu pemulihan organ yang terbakar. Pada saat penjemputan tersangka pencabulan Subchi, Polisi sempat di halang-halangi ratusan simpatisan pendukung tersangka. Sempat terjadi bentrok dengan petugas dan terjadi insiden penyiraman air panas. 

Jadi Tersangka, Subchi Lakukan Intimidasi Terhadap Korban

Jadi Tersangka, Subchi Lakukan Intimidasi Terhadap Korban

Metro Pagi Prime Time • 5 months ago pencabulan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, korban pencabulan Subchi kerap mendapatkan ancaman dari pendukung pelaku selama proses hukum berjalan. LPSK juga menyebut keluarga korban kerap didatangi oleh pendukung pelaku yang meminta agar proses hukum tidak dilanjutkan.

Wakil Ketua LPSK Antonius PS Wibowo menuturkan, saat ini seluruh keluarga korban berada di rumah aman untuk menghindari ancaman dan bujuk rayu dari para pendukung Subchi. Anton juga menyebut LPSK melindungi enam orang saksi lain terkait kasus ini. Selain kepada korban dan keluarga mereka keluarga Subchi kerap melakukan intimidasi terhadap kuasa hukum dan juga penasehat korban. Subchi terancam hukuman 12 tahun kurungan

Modus Pencabulan Santriwati di Banyuwangi: Tes Keperawanan

Modus Pencabulan Santriwati di Banyuwangi: Tes Keperawanan

Newsline • 5 months ago pencabulan

Tes keperawanan menjadi modus pencabulan hingga pemerkosaan yang dilakukan FZ, oknum pengasuh sebuah pondok pesantren Banyuwangi, Jawa Timur. Sedikitnya lima orang santriwati yang jadi korbannya.

Di dalam melaksanakan aksinya, FZ menyalahgunakan kekuasaannya di ponpes dan posisinya sebagai tokoh masyarakat. Polres Banyuwangi telah menetapkan status tersangka dan menahan FZ untuk keperluan proses hukum.

 

KH Mukhtar Mukthi Janji Antar Sendiri Subchi ke Polda Jatim

KH Mukhtar Mukthi Janji Antar Sendiri Subchi ke Polda Jatim

Breaking News • 5 months ago anak kiai jombangpencabulan di pesantren

Polisi hingga sore hari ini, Kamis (7/7/2022), belum juga bisa membawa DPO kasus pencabulan terhadap santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSA) di Pondok Pesantren Majma'al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Polisi yang akan menjemput paksa anak pengasuh ponpes KH Muhammad Mukhtar Mukthi ini datang sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB namun hingga sore ini belum juga berhasil. 

KH Muhammad Mukhtar Mukthi menyampaikan kepada Polisi akan mengantarkan sendiri anaknya ke Polda Jatim setelah mengikuti acara pelantikan. Namun belum diketahui pelantikan apa, di mana dan sampai kapan acara pelantikan tersebut digelar.

Subchi Anak Kiai Jombang Belum Ditangkap, Kompolnas: Ini Pembangkangan

Subchi Anak Kiai Jombang Belum Ditangkap, Kompolnas: Ini Pembangkangan

Breaking News • 5 months ago pencabulan di pesantrenanak kiai jombang

Petugas gabungan dari Polres Jombang dan Polda Jawa Timur mendatangi kediaman DPO kasus pencabulan terhadap santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSA) di Pondok Pesantren Majma'al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022). Polisi yang akan menjemput paksa anak KH Muhammad Mukhtar Mukthi ini datang sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB namun hingga pukul 15.00 WIB belum juga berhasil. 

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai ada hal-hal yang sensitif dan sulit mencari titik temu. Namun Kompolnas berharap ada upaya yang dilakukan untuk membantu berkomunikasi dengan pihak keluarga. Menurut Poengki ini benar-benar pembangkangan. 

"Kalau kita lihat ini benar-benar pembangkangan. Jadi si tersangka ini bukti-bukti sudah cukup, saksi sudah banyak, tetapi yang bersangkutan selalu berkilah", sebut Poengki kepada Metro TV.

LBH APIK: Upaya Sembunyikan Subchi adalah Tindak Pidana

LBH APIK: Upaya Sembunyikan Subchi adalah Tindak Pidana

Breaking News • 5 months ago pencabulan di pesantrenanak kiai jombang

Koordinator PLH Asosiasi LBH APIK (Asosiasi Perempaun Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK), Khotimun Sutanti menilai upaya penangkapan DPO kasus pencabulan terhadap santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSA) lambat dilakukan Polisi. 

"Upaya ini cukup lambat, kasus ini sejak tahun 2019 yang bisa dibilang cukup lama. Proses penahanan dalam kasus pencabulan ini tidak dilakukan dengan segera" sebut Khotimun. 

Selain itu Khotimun juga menegaskan bahwa upaya-upaya menyembunyikan Subechi adalah tindak pidana. "Upaya menyembunyikan, upaya kekerasan yang menghalangi proses hukum dalam KUHP merupakan tindak pindana di Pasal 216 KUHP dan Pasal 221 KUHP" ujar Koordinator PLH ini.

Reza Indragiri: Semakin Lambat Subchi Ditangkap, Korban Makin Menderita

Reza Indragiri: Semakin Lambat Subchi Ditangkap, Korban Makin Menderita

Breaking News • 5 months ago anak kiai jombangpencabulan di pesantren

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri mengatakan, upaya penangkapan DPO kasus pencabulan terhadap santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSA) di Pondok Pesantren Majma'al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah Jombang, Jawa Timur ini salah satu risiko tugas yang dihadapi Polisi. Hal ini menurut Reza, paling tidak sebuah ikhtiar yang patut diapresiasi dalam rangka memulihkan kembali kepercayaan publik bahwa ternyata hukum bisa bekerja maksimal. Jika sebaliknya atau penangkapan ini tidak terjadi maka korban akan mengalami penderitaan tambahan dan berlipat ganda apa lagi bila pelaku tidak dieksekusi. 

"Semakin lama korban menjalani pengobatan maka proses pemulihannya akan semakin sulit. Tambahan lagi apabila terjadi viktimisasi sekunder yang ironisnya justru, jangan-jangan dilakukan oleh otoritas penegakan hukum, itu akan membuat penderitaan korban semakin bertambah", sebut Reza kepada Metro TV.