NEWSTICKER

Tag Result: persidangan sambo

Jokowi Tegaskan Tak Bisa Intervensi Proses Hukum, Termasuk Kasus Sambo

Jokowi Tegaskan Tak Bisa Intervensi Proses Hukum, Termasuk Kasus Sambo

Metro Xinwen • 5 days ago jokowipersidangan sambo

Presiden Joko Widodo menanggapi soal tuntutan 12 tahun yang dilayangkan jaksa kepada Richard Eliezer. Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo. 

"Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Bukan hanya kasus FS saja, untuk semua kasus karena kita (pemerintah) harus menghormati proses hukum yang ada di lembaga negara berwenang," kata Jokowi kepada awak media usai meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung, Selasa, (24/1/2023).

Sampaikan Pleidoi, Richard: Apakah Harga Kejujuran Harus Dibayar 12 Tahun Penjara?

Sampaikan Pleidoi, Richard: Apakah Harga Kejujuran Harus Dibayar 12 Tahun Penjara?

Metro Xinwen • 5 days ago persidangan sambo

Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Richard Eliezer menyampaikan nota pembelaan atau pledoi berjudul Apakah Harga Kejujuran Harus Dibayar 12 Tahun Penjara? dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Saat membacakan pledoi, pertama-tama Eliezer menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan, serta memohon pengampunan dari keluarga almarhum Brigadir J. 

Eliezer juga menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan maaf kepada kedua orangtuanya, yang telah mengajarkan nilai – nilai kebaikan, kejujuran dan kerja keras kepadanya sejak kecil, serta selalu ada untuk mendukungnya hingga kini.

Momen Hakim Imbau Pengunjung Sidang Pledoi Putri Candrawathi untuk Tertib

Momen Hakim Imbau Pengunjung Sidang Pledoi Putri Candrawathi untuk Tertib

Metro Pagi Prime Time • 5 days ago persidangan sambo

Hakim ketua sidang pledoi terdakwa Putri Candrawathi dan Eliezer mengancam akan mengeluarkan pengunjung yang dianggap mengganggu jalannya sidang, Rabu (25/1/2023). Pengunjung sempat menyoraki pernyataan terdakwa Putri yang mengaku sedang mengalami gangguan pencernaan.

Pada awal sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi Putri yang digelar di PN Jaksel terdengar sejumlah pengunjung sidang yang menyoraki terdakwa Putri. Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso sempat menanyakan kondisi kesehatan terdakwa yang dijawab Putri dengan siap mengikuti jalannya sidang pledoi meski mengalami gangguan pencernaan.

Pengacara Putri pun meminta hakim bersikap tegas mengenai suara pengunjung yang dapat mengganggu kewibawaan persidangan. Akhirnya, hakim mengancam akan mengeluarkan pengunjung sidang bila membuat keributan.

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (10)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (10)

Breaking News • 5 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (8)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (8)

Breaking News • 5 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (6)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (6)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (4)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (4)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (3)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (3)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (2)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (2)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (1)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (1)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Putri Candrawathi Marah Dilibatkan Sambo dalam Skenario Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Marah Dilibatkan Sambo dalam Skenario Polisi Tembak Polisi

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Putri Candrawathi marah kepada Ferdy Sambo sehari setelah kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Putri marah karena dilibatkan dalam skenario polisi tembak polisi yang dirancang Ferdy Sambo.

Putri menjelaskan bahwa pada 9 Juli 2022 Ferdy Sambo memberitahu jika Brigadir J telah ditembak oleh Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E karena Brigadir J telah melakukan pelecehan terhadap Putri. Putri menjelaskan peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Kapolri oleh Ferdy Sambo.

"Saya pun sangat kaget mendengar kabar tersebut. Waktu dijelaskan hal tersebut, saya marah kepada suami saya (Sambo) karena saya dibawa bawa dalam perstiwa tersebut. Saya hanya bisa menangis," kata Putri Candrawathi saat pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri menjelaskan saat itu sedang di kamar dan kaget lalu menutup telinga ketika mendengar suara letusan di rumah Duren Tiga. Tiba-tiba Ferdy Sambo masuk ke kamar dan mendekap kepala Putri Candrawathi serta menuntun ke luar kamar hingga garasi.

"Dalam kondisi yang takut sekaligus bingung, apa yang sedang terjadi di dalam rumah. Lalu saya diantar Dek Ricky untuk kembali ke Rumah Saguling atas perintah suami saya (Sambo)," lanjut Putri

Putri Candrawathi Ketakutan Ungkap Peristiwa di Magelang ke Ferdy Sambo

Putri Candrawathi Ketakutan Ungkap Peristiwa di Magelang ke Ferdy Sambo

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Putri Candrawathi menceritakan peristiwa 7 Juli 2022 yang terjadi di Magelang bahwa Brigadir J telah melakukan pelecehan seksual, menganiaya serta mengancam membunuh orang-orang yang Putri cintai jika ada orang yang mengetahui.

"Yosua melakukan perbuatan keji terhadap saya. Ia melakukan kekerasan seksual, menganiaya dan mengancam membunuh, bukan hanya bagi saya tapi juga kepada orang-orang yang saya cintai jika ada orang yang mengetahui apa yang ia lakukan," kata Putri Candrawathi saat pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri juga mengaku sangat ketakutan ketika menceritakan peristiwa tersebut kepada Ferdy Sambo.

"Dengan segala ketakutan yang masih menggelayut, saya menceritakan peristiwa pahit yang terjadi di tanggal 7 Juli 2022. Dengan semua sisa keberanian, saya sampaikan secara jujur apa yang dilakukan Yosua secara langsung hanya kepada suami saya. Saya hancur dan malu sekali saat harus menceritakan kejadian kelam tersebut," ungkap Putri

Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo menahan tangis setelah menceritakan peristiwa tersebut. 

Bocoran Pleidoi Richard Eliezer di Sidang Pembunuhan Brigadir J

Bocoran Pleidoi Richard Eliezer di Sidang Pembunuhan Brigadir J

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah memasuki babak selanjutnya. Kali ini, terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Putri Candrawathi akan menyampaikan nota keberatan (pleidoi) pada Rabu (25/1/2023) di PN Jaksel. 

Diketahui, Jaksa telah melayangkan tuntutan kepada kedua terdakwa tersebut. Eliezer dituntut 12 tahun penjara sedangkan Putri dituntut 8 tahun penjara.

Ricard Eliezer akan membacakan nota keberatan atas tuntutan yang diberikan kepadanya oleh jaksa yakni 12 tahun penjara. Ada beberapa poin yang akan menjadi dasar pembelaan yakni relasi kuasa serta perannya menjadi justice collaborator.

Ferdy Sambo Sampaikan Nota Pembelaan (8)

Ferdy Sambo Sampaikan Nota Pembelaan (8)

Primetime News • 6 days ago persidangan sambo

Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan nota pembelaan atas terdakwa Ferdy Sambo, Selasa (24/1/2023).

Sidang pembacaan nota pembelaan Ferdy Sambo dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Sidang kali ini dibuka untuk umum.

Pekan lalu, jaksa menuntut Ferdy Sambo dengan tuntutan hukuman penjara seumur hidup. Ferdy Sambo terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ferdy Sambo merupakan salah satu dari lima terdakwa atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Empat terdakwa lainnya yakni Richard Eliezer, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (9)

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (9)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Ricky Rizal menjalani sidang nota pembelaan atau pleidoi dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023).

Sidang Ricky Rizal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Sidang akan dihelat terbuka untuk umum.

Jaksa menuntut Ricky Rizal selama delapan tahun penjara. Ricky Rizal dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Ricky Rizal merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Empat terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (7)

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (7)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Ricky Rizal menjalani sidang nota pembelaan atau pleidoi dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023).

Sidang Ricky Rizal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Sidang akan dihelat terbuka untuk umum.

Jaksa menuntut Ricky Rizal selama delapan tahun penjara. Ricky Rizal dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Ricky Rizal merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Empat terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (6)

Ricky Rizal Sampaikan Nota Pembelaan (6)

Breaking News • 6 days ago persidangan sambo

Terdakwa Ricky Rizal menjalani sidang nota pembelaan atau pleidoi dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023).

Sidang Ricky Rizal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Sidang akan dihelat terbuka untuk umum.

Jaksa menuntut Ricky Rizal selama delapan tahun penjara. Ricky Rizal dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Ricky Rizal merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Empat terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Nota Pembelaan Kuat Ma'ruf: Tidak Ikut Merencanakan Pembunuhan Brigadir J

Nota Pembelaan Kuat Ma'ruf: Tidak Ikut Merencanakan Pembunuhan Brigadir J

Metro Siang • 7 days ago persidangan sambo

Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J telah memasuki fase pembacaan nota pembelaan (pledoi) para terdakwa. Kuat Ma'ruf menyatakan bahwa dirinya tidak memenuhi dakwaan primer maupun dakwaan subsider dari jaksa.

Kuat Ma'ruf mengaku tidak ikut dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J, dan tidak melakukan pembunuhan serta penyertaan dalam kejadian tersebut. Bahkan, Kuat mengakui dirinya bodoh dan mudah digiring opininya oleh para penyidik dalam proses pemeriksaan.

Sidang kali ini memiliki agenda pembacaan nota keberatan dari tiga terdakwa yakni, Ferdy Sambo, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Sebelumnya diketahui, Jaksa telah membacakan tuntutan kepada para terdakwa, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Putri 8 tahun penjara, Eliezer 12 tahun penjara, Ricky rizal 8 tahun penjara dan Kuat Ma'ruf 8 tahun penjara.

Kuat Ma'ruf Mengaku Dimanfaatkan Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kuat Ma'ruf Mengaku Dimanfaatkan Penyidik dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Breaking News • 7 days ago persidangan sambo

Kuat Ma'ruf mengklaim telah dimanfaatkan penyidik dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Oleh sebab itu, Kuat mengaku tidak memahami mengapa dituding terlibat dalam kasus tersebut.

"Bahwa karena kebodohannya dia (Kuat), dia banyak mengikuti arahan penyidik disesuaikan dengan keterangannya Eliezer," kata Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf, Irwan Irawan setelah pembacaan pleidoi di  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Irwan juga mengatakan bahwa Kuat sudah secara terbuka menyampaikan dalam pleidoinya bahwa bukan orang yang sadis dan menegaskan bahwa dirinya tidak ikut terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.

"Karena ternyata sejak dia (Kuat) kenal Yosua juga pernah membantu Kuat ketika dia akan membayarkan sekolah anaknya dan si Yosua ini memberikan rezekinya kepada Kuat Ma'ruf untuk membantu membayarkan sekolah anaknya," lanjut Irwan

Irwan Irawan berharap setelah pembacaan pleidoi Kuat Ma'ruf, majelis hakim bisa membebaskan Kuat dalam kasus perkara pembunuhan Brigadir J.

"Pleidoi yang coba kita sampaikan di depan persidangan untuk meyakinkan majelis hakim bahwa tidak sepatutnya saudara Kuat Ma'ruf di pidana dalam perkara ini," tutup Irwan 

Pembacaan Pleidoi Kuat Ma'ruf oleh Kuasa Hukum (4)

Pembacaan Pleidoi Kuat Ma'ruf oleh Kuasa Hukum (4)

Breaking News • 7 days ago persidangan sambo

Terdakwa Kuat Ma’ruf menjalani sidang nota pembelaan atau pleidoi dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023).

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Sidang akan dihelat terbuka untuk umum.

Kuasa hukum Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan sudah menyiapkan sejumlah daftar bantahan keterlibatan kliennya yang dituduhkan jaksa dalam nota pembelaan atau pleidoi.

Jaksa menuntut Kuat Ma'ruf selama delapan tahun penjara. Kuat Ma'ruf dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kuat Ma'ruf merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Empat terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Mampukah Pleidoi Ferdy Sambo Cs Luluhkan Hakim?

Mampukah Pleidoi Ferdy Sambo Cs Luluhkan Hakim?

Breaking News • 7 days ago persidangan sambo

Sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah memasuki babak baru. Agenda sidang kali ini merupakan pembacaan nota keberatan (pleidoi) dari pihak terdakwa.

"Kami sudah menyiapkan dua pleidoi, satu pleidoi dari pak Sambo yang disiapkan secara pribadi oleh dia. Kemudian satu pleidoi dari penasihat hukum," ujar Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang.

Pihak Sambo CS akan menyapaikan pleidoinya guna mendapatkan simpati dan meminta diberikan keringanan dari tuntutan sebelumnya melalui vonis hakim nanti.

"Kalau dalam hal pembacaan pleidoi oleh terdakwa biasanya dia akan berusaha menggugah keyakinan hakim lebih banyak. walaupun dia bersalah (terdakwa) setidaknya dia berusaha mendapatkan hukuman yang ringan," ujar Pakar Hukum Pidana, Hery Firmansyah.
 
Jaksa telah membacakan tuntutan kepada para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E 12 tahun penjara dan Putri Candrawathi, Ricky Rizal serta Kuat Ma'ruf masing-masing 8 tahun penjara.

Meski demikian, pihak keluarga Brigadir J mengaku sangat kecewa dengan tuntutan yang dilayangkan kepada Sambo CS.

"Saya sebagai ibu Yosua, kami sangat kecewa dan miris hati melihat tuntutan yang diberikan kepada Ferdy Sambo," ujar Ibu Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak.

Bacakan Pleidoi, Kubu Kuat Ma'ruf Bakal Bantah Jaksa

Bacakan Pleidoi, Kubu Kuat Ma'ruf Bakal Bantah Jaksa

Breaking News • 7 days ago persidangan sambo

Terdakwa Kuat Ma'ruf akan membacakan nota pembelaan atau pledoi di sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023). 

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf, Iwan Irawan sudah menyiapkan beberapa pembelaan atau pledoi yang akan disampaikan di persidangan.

"Pembelaan tersebut pada prinsipnya kita akan membantah fokus pada tuntutan yang disampaikan oleh pihak JPU yang dalam fakta persidangan tidak sesuai," kata Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf, Iwan Irawan dalam saat diwawancarai dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa (24/1/2023).

Iwan menyebutkan salah satu bantahan yang akan disampaikan yakni mengenai soal pengamanan senjata oleh Ricky Rizal saat di Magelang yang dalam tuntutan seolah-olah Kuat Ma'ruf mengetahui hal tersebut.

"Dari fakta persidangan, hal tersebut tidak terbukti dari keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada, Kuat Ma'ruf ini mengetahui adanya pengamanan senjata yang dilakukan oleh Ricky Rizal di Magelang," lanjut Iwan Irawan.

Ferdy Sambo Bacakan Nota Pembelaan di Sidang Hari Ini

Ferdy Sambo Bacakan Nota Pembelaan di Sidang Hari Ini

Headline News • 7 days ago persidangan sambo

Ferdy Sambo akan membacakan langsung pledoi atau nota pembelaan yang dibuat pribadi olehnya. Pihak kuasa hukum Ferdy Sambo yakni Rasamala Aritonang juga telah menyiapkan satu peldoi lainnya yang akan dibacakan di persidangan, Selasa (24/1/2023). 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar persidangan lanjutan untuk kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice untuk empat terdakwa, yakni Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Irfan Widyanto, Selasa (24/1/2023) pukul 09.00 WIB.

Persidangan dilakukan secara paralel di dua ruang sidang yang berbeda karena empat terdakwa dari dua kasus yang berbeda. Namun, ada yang dilakukan di ruang sidang yang sama secara bergantian.

Sebelumnya, jaksa telah menyampaikan tuntutan kepada para terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Ferdy Sambo dituntut seumur hidup, dan Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara. Serta Putri Candrawati, Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing masing 8 tahun penjara.

Kompolnas soal Sambo Cs: Anggota Polri Harus Berani Lapor Jika Atasan Salah!

Kompolnas soal Sambo Cs: Anggota Polri Harus Berani Lapor Jika Atasan Salah!

Metro Siang • 10 days ago persidangan sambo

Kompolnas angkat bicara soal Obstruction of Justice perkara pembunuhan Brigadir J. Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto berpesan bahwa anggota Polri harus berani melapor atasan yang memberikan perintah untuk melanggar hukum.

"Kasus obstruction of justice ini beberapa perwira berprestasi, ada yang lulusan terbaik Akpol, karirnya bagus. Tetapi ketika berada di dalam struktur, di bawah kendali seorang pimpinan yang kelakuannya seperti Sambo, akhirnya menjadi korban," kata Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

"Di dalam perpol sudah diatur, kalau ada perintah yang melanggar hukum, kesusilaan, sebetulnya bisa menolak, menolak dan melaporkan kepada atasan yang lebih tinggi," tegasnya.

Benny Mamoto menyebut perlu adanya peraturan mekanisme terhadap anggota Polri soal perintah atasan. Bahkan, perlu juga adanya perlindungan rahasia laporan terhadap bawahan.

Sebelumnya, ada tujuh anggota polri menjadi terdakwa atas perkara Obstruction of Justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Antara lain Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto.

Ketujuhnya didakwa Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa Pertanyakan Pernyataan Ahli Soal Kekurangan di Laporan BA 3337

Jaksa Pertanyakan Pernyataan Ahli Soal Kekurangan di Laporan BA 3337

Metro Hari Ini • 10 days ago persidangan sambo

Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan keterangan ahli komputer forensik dan cryptography, terkait kekurangan pada laporan 3337. Namun, penasihat hukum Arif Rachman Arifin, keberatan dengan pertanyaan Jaksa tersebut.

Diketahui Ahli Komputer Forensik dan Cryptography Setyadi Yazid menyatakan bahwa, ada kekurangan dalam prosedur penanganan bukti DVR CCTV. Menurut Yazid, prosedur forensik digital sebenarnya sama dengan forensik biasa. Namun, karena forensik digital memiliki barang bukti digital maka harus ada perlakuan khusus.

Menurut Setyadi Yazid, barang bukti digital yang diambil dari TKP seharusnya dibungkus menggunakan kantong forensik yang anti magnetik. Namun, dalam BA 3337 tidak terdapat kantong forensik tersebut.

Ahli Komputer Forensik: Ada Kekurangan Penanganan Bukti Digital Kasus Brigadir J

Ahli Komputer Forensik: Ada Kekurangan Penanganan Bukti Digital Kasus Brigadir J

Metro Hari Ini • 10 days ago persidangan sambo

Sidang lanjutan kasus obstruction of justice atau penghalangan penyidikan kasus Brigadir J dengan terdakwa Arif Rahman Arifin menghadirkan empat saksi meringankan. Ahli komputer forensik dan cryptography, Setyadi Yazid mengatakan, ada kekurangan dalam penanganan bukti DVR CCTV.

"Saya lihat, kalo dari BA 3337 itu memang ada yang saya rasa kurang," ujar ahli komputer forensik & cryptography, Setyadi Yazid.

Yazid menegaskan, ada kekurangan dalam prosedur penanganan bukti DVR CCTV. Menurut Yazid, prosedur forensik digital sebenarnya sama dengan forensik biasa. Namun, karena forensik digital memiliki barang bukti digital maka harus ada perlakuan khusus.

Yakni barang bukti yang diambil dari TKP harusnya dibungkus menggunakan kantong forensik yang anti magnetik. Namun, dalam BA 3337 tidak terdapat kantong forensik tersebut.

Ahli Digital Forensik Ungkap Sistem Kerja CCTV Rumah Sambo

Ahli Digital Forensik Ungkap Sistem Kerja CCTV Rumah Sambo

Breaking News • 10 days ago persidangan sambo

Ahli Digital Forensik yang dihadirkan terdakwa Arif Rachman Arifin menjelaskan sistem kerja CCTV yang serupa dengan CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ahli Digital Forensik, Hermansyah menyebut rekaman CCTV bisa diakses dari mana pun jika ada akses internet. Hal ini untuk menjawab pertanyaan kuasa hukum Arif Rachman dan majelis hakim soal seberapa mudah melihat rekaman kamera CCTV dalam kasus Brigadir J.

Sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Arif Rachman Arifin kembali digelar, Jumat (20/1/2023). Agenda sidang Arif Rachman Arifin menghadirkan empat orang saksi ahli meringankan yaitu, Ahli Digital Forensik Hermansyah, Ahli Komputer Forensik dan Kriptografi Setyadi Yazid, Ahli Psikiatri Forensik Natalia Widiasih dan Ahli Hukum Administrasi Negara Dian Puji Simatupang.

Eks Anak Buah Arif Rachman Jadi Saksi Meringankan di Sidang Perintangan Penyidikan

Eks Anak Buah Arif Rachman Jadi Saksi Meringankan di Sidang Perintangan Penyidikan

Breaking News • 10 days ago persidangan sambo

Sebanyak dua mantan anak buah Arif Rachman Arifin saat bertugas sebagai Kapolres Jember dihadirkan sebagai saksi meringankan dalam persidangan perkara perintangan penyidikan, Jumat (20/1/2023). Arif disebut oleh anak buahnya sebagai sosok yang sering memberi motivasi agar bekerja maksimal.

Anak buah Arif Rachman Arifin yang dihadirkan menjadi saksi meringankan adalah Rifki Zulkarnaen dan Indra Pratama. Menurut kesaksian mereka, selama bertugas sebagai Kapolres Jember, Arif dikenal sebagai sosok yang tidak pernah membeda-bedakan anak buahnya.

Selain dua saksi meringankan, kuasa hukum Arif Rachman Arifin juga menghadirkan empat orang ahli meringankan yaitu, Ahli Digital Forensik Hermansyah, Ahli Komputer Forensik dan Kriptografi Setyadi Yazid, Ahli Psikiatri Forensik Natalia Widiasih dan Ahli Hukum Administrasi Negara Dian Puji Simatupang.

Ungkap Skenario Ferdy Sambo, Keterangan Eliezer Malah Diabaikan

Ungkap Skenario Ferdy Sambo, Keterangan Eliezer Malah Diabaikan

Metro Siang • 10 days ago persidangan sambo

Penyesalan terlihat pada Richard Eliezer, eksekutor sekaligus justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Setelah membongkar skenario Ferdy Sambo, Eliezer justru dituntut oleh Jaksa penuntut umum (JPU) dengan pidana penjara 12 tahun. Tuntutan tersebut seakan mengabaikan keterangan Eliezer. 

Selain itu, tuntutan Eliezer lebih berat dibandingkan tiga terdakwa lainnya, yaitu Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi. Ketiganya dituntut delapan tahun penjara. Sementara, Sambo dituntut pidana penjara seumur hidup.

Richard Eliezer mengajukan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan 12 tahun penjara yang diberikan oleh jaksa. Nota pembelaan ini akan dibacakan di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J pekan depan. 

Pengacara Menyayangkan Tuntutan Richard Eliezer Lebih Tinggi dari Terdakwa Lain

Pengacara Menyayangkan Tuntutan Richard Eliezer Lebih Tinggi dari Terdakwa Lain

Metro Siang • 11 days ago persidangan sambo

Pengacara Richard Eliezer, Ronny Talapessy menyayangkan tuntutan jaksa penuntut umum kepada Eliezer lebih tinggi dari terdakwa lain. Sebab, selama ini keterangan Eliezer selalu konsisten, kooperatif dan telah membongkar skenario jahat Ferdy Sambo.

"Tentunya kami dari penasihat hukum sangat menyayangkan, karena dalam proses persidangan keliatan bahwa Richard Eliezer ini kooperatif. Kemudian fakta-fakta persidangan banyak keterangan Richard yang membantu persidangan ini sehingga proses berjalan lancar," ujar Ronny Talapessy dalam tayangan Kontroversi Metro TV. 

Menurut Ronny, tuntutan tersebut sangat tidak adil bagi Richard Eliezer. Apalagi, terdakwa lain yang dijerat hukuman lebih ringan darinya, menyatakan keterangan yang berbelit-belit dan tidak konsisten dalam persidangan.